Panja Listrik gunakan lie detector saat klarifikasi Dahlan
Merdeka.com - Ketua Panitia Kerja (Panja) Hulu Listrik Komisi VII DPR Effendi Simbolon mengaku tak puas dengan jawaban Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait inefisiensi PLN yang diduga merugikan negara sebesar Rp 37,6 triliun. Dalam pertemuan berikutnya, Effendy mengusulkan digunakan lie detector saat meminta keterangan Dahlan.
"Kita besok-besok pakai lie detector. DPR bisa memakai lie detector," ujar Effendi di Gedung DPR, Selasa (13/11).
Menurut politisi asal PDI Perjuangan ini, Panja akan melakukan pemanggilan lanjutan kepada Mantan Dirut PLN itu dua minggu lagi. "Karena persoalan ini gak bisa sekali dua kali," jelasnya.
Selain itu, Effendi juga merasa geram ketika mengetahui bahwa bos Jawa Pos itu tidak mempelajari secara detail hasil laporan audit BPK. Dahlan dinilainya tak menghargai audit BPK.
"Bisa juga itu karena dia tidak perduli. Maka bagi kami masa iya seorang penyelenggara negara dan pembantu presiden tidak menyiapkan diri," paparnya.
Dia juga membantah dalam rapat dengar pendapat ini, pihaknya telah melakukan tekanan-tekanan terhadap Dahlan, sehingga membuat pengusaha media itu marah.
"Kita cuma ingin verifikasi temuan BPK yang mengatakan ada kerugian negara. Begitu ditanya soal pengadaan genset dia marah-marah," ungkapnya.
Meski begitu, Effendi enggan membawa kasus inefisiensi ini langsung ke KPK sebelum selesai melakukan verifikasi. "Kita belum bisa menyimpulkan. Tadi nuansanya langsung ke KPK. Janganlah seperti itu, kita verifikasi dulu," tandasnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya