Panik saat gempa, Engkus tersetrum sampai koma
Merdeka.com - Tiga warga Bayah, Lebak, Banten terluka saat gempa 6,1 SR mengguncang, Selasa (23/1). Salah satu warga, Engkus panik hingga tersengat listrik ketika membetulkan genteng rumah.
"Sekarang dalam keadaan koma karena luka bakar. Sementara dua korban luka berat dan ringan yakni satu warga Kecamata Cilograng dan satu warga Kecamatan Bojongmanik," ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Kantor BPBD Kabupaten Lebak, Madlias kepada wartawan.
Data sementara, gempa menyebabkan 479 rumah rusak. Sebagian besar kerusakan rumah dan bangunan akibat minimnya konstruksi menahan gempa.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, konstruksi bangunan tahan gempa adalah kebutuhan yang mutlak di wilayah Indonesia khusus di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Namun kenyataannya masih sangat minim rumah dan bangunan yang dibangun secara khusus mampu menahan gempa.
"Korban jiwa bukan karena gempanya tapi karena bangunanya. Bangunan yang tidak kuat lalu roboh dan menimpa penghuninya. Gempa adalah keniscayaan. Dalam setahun rata-rata kejadian gempa di Indonesia mencapai 6.000 kali gempa," terang Sutopo.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya