Panglima TNI tunggu hasil negosiasi PNG bebaskan 2 WNI disandera OPM
Merdeka.com - Dua warga negara Indonesia disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Skowtiau. Kasus tersebut berawal saat 4 WNI tengah menebang kayu di kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.
Kampung tersebut merupakan salah satu daerah yang berada di perbatasan RI-PNG. Satu dari empat WNI itu lalu ditembak kelompok bersenjata tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, pemerintah Indonesia sudah berkoordinasi dengan Papua Nugini (PNG) untuk membebaskan 2 WNI tersebut. Sebab, pihak Papua Nugini sudah melakukan negosiasi terhadap kelompok separatis tersebut.
"Kita tunggu saja (hasilnya), kita tunggu saja karena dalam kondisi seperti ini kalau kita sudah menyerahkan kepada pemerintah Papua Nugini (PNG) maka kita diam saja. Memantau saja," kata Gatot di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Selasa (15/9).
Menurut Gatot, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi untuk menyelamatkan 2 WNI tersebut. Namun TNI menyerahkan sepenuhnya terhadap pemerintah Papua Nugini dan menghargai langkah-langkah pembebasan sandera itu.
"Apakah TNI punya kewenangan proses hukum (barter tahanan) kan tidak mempunyai kewenangan. Kita tunggu saja hasilnya. Mereka minta pembebasan apakah TNI punya kewenangan, tidak," kata dia.
Namun saat disinggung TNI pernah membebaskan sandera dalam pesawat di Thailand pada tahun lalu. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mengatakan, jika ada perintah dari pemerintah untuk menyelamatkan 2 WNI itu, TNI akan siap diterjunkan.
"TNI 24 jam siap, diperintah sekarang kami siap," tukas dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya