Panglima TNI tak masalah warga sipil numpang pesawat Hercules
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menilai, wajar warga sipil menaiki pesawat Hercules atau pesawat angkut milik TNI. Menurut Moeldoko, ada syarat untuk memperbolehkan menaiki pesawat Hercules yaitu tercatat keluarga TNI, anak dan istri prajurit TNI.
"Waktu saya Letnan dua dulu juga seperti itu. Lagi bokek kan, dari Makassar ke Jakarta, ikut pesawat itu (Hercules). Jadi ada dua fungsi, kedinasan dan kesejahteraan. Dan harus diingat, kesejahteraan itu fungsi dari seorang pemimpin. Itulah konteksnya," kata Moeldoko di Kantornya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (2/7).
Namun warga sipil yang membayar menaiki pesawat Hercules yang jatuh di Medan, ia belum bisa memastikan dengan detail. Menurut dia, harus melihat kepentingan dan tujuan untuk menaiki pesawat Hercules itu.
"Nanti kita detilkan. Tapi kalau ada satu dua, kami lihat dengan baik, tidak boleh langsung salah begitu. Kepentingannya apa dulu," ujar dia.
"Umpamanya ada anggota dari Papua ingin cuti beserta keluarganya, itu bagian dari kesejahteraan. Kalau anggota kita pulang menggunakan pesawat umum, mereka pasti keberatan," imbuh dia.
Lanjut dia, pesawat Hercules yang jatuh di Medan karena keluarganya sedang berada di Ranai. Sehingga mereka pulang dengan membawa anak dan kerabat lain.
"Ketika pulang ke Ranai, dengan membawa satu orang pembantu. Seperti itu casenya, berikutnya ada hal-hal lain, keluarganya juga bisa dibawa. Salah satu fungsi alat angkut juga untuk kesejahteraan anggotanya. Istri kita yang sedang ingin ke Ranai, pulang ke Jakarta, kita izinkan karena pesawat itu sedang kosong," ujar dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya