Panglima TNI soal pembelian heli AW: Bukan dibatalkan, tapi ditunda
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo telah membatalkan pembelian helikopter AW-101 buatan Italia. Menurut Jokowi, rencana pembelian heli AW-101 tidak perlu dilakukan oleh TNI AU lantaran heli Super Puma masih bisa digunakan.
Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, berdalih sebenarnya Presiden bukan membatalkan melainkan hanya menunda. Alasannya kondisi ekonomi sedang menurun.
"Jadi begini bukan dibatalkan untuk heli beberapa alternatif. Ada Agusta dan Puma. Kemarin paparkan kepada Presiden, dengan pertimbangan kondisi ekonomi sekarang dan heli sekarang masih visibel (bagus) jadi Presiden menyatakan untuk menunda karena ada kesannya heli itu mahal harganya dan mewah dipakainya juga cuma VVIP saja," kata Gatot di Mako Kohudnas TNI AU, Jakarta, Jumat (4/12).
Menurut dia, heli Super Puma ditentukan sebagai alternatif lain atas penundaan pembelian heli AW 101 itu. Meski Presiden Jokowi menyadari heli AW-101 mempunyai harga tinggi dan spesifikasi yang mewah.
"Sesuai kebijakan pemerintah mengadakan heli karena di sini ada heli dari PT DI," ujar dia.
Ditambahkannya, Komisi I DPR sudah mengetahui dan menyetujui anggaran pembelian heli AW-101. Sementara TNI AU hanya merencanakan dan memilih spesifikasi heli untuk dibeli.
"Pertimbangan ditunda harga dan spesifikasinya, menyampaikan spesifikasi itu pengadaan 2015-2019, jadinya AW beralih Puma," kata dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya