Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panglima TNI persilakan rakyat ikut tangkap teroris Santoso

Panglima TNI persilakan rakyat ikut tangkap teroris Santoso Gatot Nurmantyo jalani fit and proper test. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengajak warga sipil ikut memburu kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah. Pernyataan Jenderal Gatot ini menyusul belum tertangkapnya kelompok bersenjata pimpinan Santoso itu.

"Dalam kondisi sekarang ini rakyat menangkap pun boleh. TNI sama Polri melakukan operasi bersama-sama yang penting atas tujuan. Tujuan kita menangkap Santoso Cs. Leadernya Polri, kita beri masukan kepada Polri. Kita evaluasi sama-sama," kata Gatot saat ditemui dalam acara Rapimnas TNI-Polri di PTIK, Jakarta, Jumat (29/1).

Meski begitu, Gatot menegaskan, bahwa TNI tidak perlu mengambil alih keamanan di Poso. Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini, posisi TNI dalam operasi untuk menangkap kelompok Santoso hanya memberikan bantuan personel kepada kepolisian.

"Ini bukan kayak ikan di kolam, lalu airnya disurutkan, ikannya ditangkap. Tidak seperti itu. Jadi ibaratnya dalam tertib sipil, polisi adalah tangan kanan presiden, TNI adalah tangan kiri presiden. Semuanya saling menguatkan," ujar Gatot.

Gatot menambahkan, kondisi Poso yang saat ini masuk dalam keamanan sipil sehingga TNI tak perlu mengambil alih keamanan. Dirinya menegaskan, untuk sekarang ini TNI bertugas untuk memberikan bantuan personel dan strategi kepada kepolisian untuk menangkap kelompok Santoso.

"Dalam kondisi darurat militer, baru TNI jadi tangan kanan presiden, polisi tangan kiri. Dalam artian memberi bantuan. Hilangkan sifat kompetisi dari masing-masing angkatan, harus sinergi. Seperti yang dikatakan Kapolri bahwa dalam kondisi sekarang ini, TNI Polri adalah pemersatu," ujar Gatot.

Gatot melanjutkan tak menampik kerap terjadi gesekan antara personel Polri dan TNI dalam operasi penangkapan kelompok Santoso. Akan tetapi menurut dia keributan itu tidak perlu diperbesar.

"Kalau ada gesekan, dalam keluarga aja, kakak adik suka ribut biasa itu. Yang penting jangan sampai ibunya bela-bela. Nanti jadi bapak sama ibu yang ribut," tandasnya.

Seperti diketahui, personel gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok bersenjata di wilayah Poso, Sulawesi Tengah, yang dinamakan operasi Tinombala. Pada operasi ini ada penambahan 1.000 personel dari pihak TNI.

"Kemarin juga ada penguatan dari TNI, kalau enggak salah 1.000 personel. Kita lakukan upaya penindakan," kata Kapolri Jenderal Badrodin usai menggelar acara Rapim di PTIK, Jakarta, Selasa (26/1).

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP