Panglima TNI dan Kapolri Imbau Warga Bali Positif Covid Agar Dirawat Isolasi Terpusat
Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo serta Gubernur Bali Wayan Koster, meninjau tempat Isolasi Terpusat (Isoter) di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Kota Denpasar, Bali, Minggu (29/8).
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, untuk menekan laju Covid-19 di Pulau Bali, harus gencar melakukan tracing pada kontak erat kasus konfirmasi yang ada. Tahap berikutnya adalah isolasi terpusat bagi mereka yang terkonfirmasi positif.
"Isoter di Bali ini sangat bagus, kami bisa berkomunikasi secara langsung (dengan) para penghuni isoter yang dalam hal ini masuk kasus perawatan. Baik tenaga kesehatan, kemudian obat-obatan, termasuk diantaranya fasilitas kesehatan. Apabila, terjadi perburukan maka mereka bisa dirawat dengan cepat di isoter ini," kata Panglima Marsekal Hadi.
Dia juga mengimbau masyarakat Bali yang saat ini memilih isolasi mandiri. Panglima meminta agar warga bersedia melakukan isolasi terpusat. Sehingga, kasus penularan di Pulau Bali ini bisa ditekan.
Panglima juga meminta vaksinasi di Bali agar terus digencarkan. Presentasi vaksinasi tahap pertama di Bali sudah 100 persen.
"Untuk dosis kedua sedang berjalan menuju ke 58 persen sekarang. Dan dalam waktu dekat sudah masuk ke 100 persen. Sehingga, kekebalan komunal di Bali dalam waktu dekat bisa segera tercapai," ujarnya.
Di tempat sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, perkembangan penanganan Covid-19 di Bali sudah cukup bagus. Bali menjadi salah satu wilayah yang jadi perhatian.
"Ternyata progresnya sangat bagus. Artinya, dari perkembangan yang ada saat ini angka laju (kasus) harian turun. Yang tadinya sempat di atas seribu dalam kurun waktu beberapa yang lalu saat ini sudah mulai turin sampai dengan di angka 434. Jadi, ini tentunya perkembangan yang bagus," jelasnya.
Sigit juga berharap kepada Forkopimda Bali untuk bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Menggunakan pendekatan adat melalui para pemuka adat untuk mengajak warga yang terpapar virus corona untuk di karantina di isolasi terpusat. Menurut Sigit, tingkat kesembuhan pasien isolasi terpusat lebih tinggi karena ditunjang fasilitas dan diawasi penuh serta langsung oleh tenaga kesehatan (nakes).
"Upaya menggeser isoman ke isoter perlu dilakukan secara maksimal dengan bantuan Pemerintah Daerah (Pemda), seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat. Serta perlu penjelasan secara baik dengan menyesuaikan adat istiadat setempat yang dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat ketika akan mengajak ke isoter," pesan Sigit.
Ekonomi Bali
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga sempay memimpin rapat dengan Forkopimda Bali. Dalam rapat, Listyo meminta kepada Forkopimda Bali untuk terus memperkuat penerapan strategi pengendalian Covid-19. Tujuannya, menjamin kesehatan masyarakat agar aktivitas perekonomian warga di Pulau Dewata akan terus tumbuh.
"Dengan kesehatan masyarakat yang terjaga maka pertumbuhan ekonomi di Bali juga akan semakin tumbuh," kata Sigit.
Saat ini, perekonomian Indonesia sudah mulai tumbuh sebesar 7,07 persen. Demikian juga dengan perekonomian Bali yang mulai tumbuh sebesar 2,83 persen.
Sigit memaparkan strategi pengendalian Covid-19 dibagi menjadi tiga. Yaitu, protokol kesehatan (prokes) ketat dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Kemudian, memperkuat 3T (Tracing, Testing dan Treatment). Dan yang terakhir, percepatan program vaksinasi massal.
Selain memperkuat strategi tersebut, mantan Kapolda Banten ini juga meminta Forkopimda untuk memaksimalkan kebijakan penyekatan. Mulai dari penyekatan antar-provinsi, antar Kabupaten kota, dan pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya