Panglima TNI bacakan puisi Denny JA di hadapan ratusan kepala daerah
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membacakan puisi karya Denny JA berjudul 'Tapi Bukan Kami Punya'. Puisi itu dibacakan Gatot di hadapan ratusan kepala daerah yang ikut dalam Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Makna dari puisi tersebut yakni peringatan kepada Indonesia bersiap dan waspada tentang adanya kompetisi global. Hal yang paling berbahaya saat ini, kata Gatot, merupakan imigrasi dari yang bukan karena pengungsian.
"Sekarang ini yang paling berbahaya adalah imigrasi. Itu bukan pengungsian, kompetisi global itu kompetisi antar manusia. Manusia tak mengenal batas dan mencari tempat yang menjanjikan baik hidupnya teori gaji namanya," kata Gatot di Gedung BPSDM Kemendagri Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).
Gatot menuturkan pada tahun 2050 diperkirakan akan ada 500 juta orang melakukan imigrasi. Di tahun 2020 saja ada 60 juta orang yang sudah mulai meninggalkan Sub Sahara karena dilanda kekeringan.
Berbagai antisipasi pun dilakukan oleh sejumlah kepala negara. Seperti yang dilakukan Presiden Amerika Donald Trump yang menutup akses imigran dari Afrika Selatan untuk masuk ke wilayahnya. Pun dengan Eropa dan Australia yang juga melakukan hal serupa.
"Hasil dari imigrasi kita lihat bahwa dulu di Amerika ada suku Indian sekarang hampir punah, di Australia ada Aborigin juga hampir punah dan apabila kita tidak waspada bisa seperti Jaka tadi," jelas Gatot.
"Jadi puisi Jaka itu kalau tidak waspada anakmu juga bisa seperti Jaka habis terpinggirkan," sambungnya.
Di Indonesia sendiri, Gatot mencontohkan Jakarta yang bersuku asli Betawi. Namun bila dicari suku asli Betawi sudah terpinggirkan dari Jakarta.
"Contoh sekarang di Jakarta ada di mana orang Betawi? Sudah tinggal di pinggiran," ucap Gatot.
Untuk itu dia berpesan kepada para kepala daerah untuk tak menelantarkan rakyatnya. Sebab para kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Maka tugas kepala daerah untuk melindungi rakyatnya.
"Saya ingatkan bapak ibu dipilih oleh rakyat. Jangan sampai rakyat yang pilih, rakyat yang terpinggirkan," pungkasnya.
Berikut ini puisi berjudul Tapi Bukan kami Punya karya Denny JA:
Sungguh Jaka tak mengerti
Mengapa ia dipanggil ke sini.
Dilihatnya Garuda Pancasila
Tertempel di dinding dengan gagah.
Dari mata burung Garuda
Ia melihat dirinya
Dari dada burung Garuda
Ia melihat desa
Dari kaki burung Garuda
Ia melihat kota
Dari kepala burung Garuda
Ia melihat Indonesia
Lihatlah hidup di desa
Sangat subur tanahnya
Sangat luas sawahnya
Tapi bukan kami punya
Lihat padi menguning
Menghiasi bumi sekeliling
Desa yang kaya raya
Tapi bukan kami punya
Lihatlah hidup di kota
Pasar swalayan tertata
Ramai pasarnya
Tapi bukan kami punya
Lihatlah aneka barang
Dijual belikan orang
Oh makmurnya
Tapi bukan kami punya
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya