Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panglima TNI bacakan puisi Denny JA di hadapan ratusan kepala daerah

Panglima TNI bacakan puisi Denny JA di hadapan ratusan kepala daerah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membacakan puisi karya Denny JA berjudul 'Tapi Bukan Kami Punya'. Puisi itu dibacakan Gatot di hadapan ratusan kepala daerah yang ikut dalam Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Makna dari puisi tersebut yakni peringatan kepada Indonesia bersiap dan waspada tentang adanya kompetisi global. Hal yang paling berbahaya saat ini, kata Gatot, merupakan imigrasi dari yang bukan karena pengungsian.

"Sekarang ini yang paling berbahaya adalah imigrasi. Itu bukan pengungsian, kompetisi global itu kompetisi antar manusia. Manusia tak mengenal batas dan mencari tempat yang menjanjikan baik hidupnya teori gaji namanya," kata Gatot di Gedung BPSDM Kemendagri Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).

Gatot menuturkan pada tahun 2050 diperkirakan akan ada 500 juta orang melakukan imigrasi. Di tahun 2020 saja ada 60 juta orang yang sudah mulai meninggalkan Sub Sahara karena dilanda kekeringan.

Berbagai antisipasi pun dilakukan oleh sejumlah kepala negara. Seperti yang dilakukan Presiden Amerika Donald Trump yang menutup akses imigran dari Afrika Selatan untuk masuk ke wilayahnya. Pun dengan Eropa dan Australia yang juga melakukan hal serupa.

"Hasil dari imigrasi kita lihat bahwa dulu di Amerika ada suku Indian sekarang hampir punah, di Australia ada Aborigin juga hampir punah dan apabila kita tidak waspada bisa seperti Jaka tadi," jelas Gatot.

"Jadi puisi Jaka itu kalau tidak waspada anakmu juga bisa seperti Jaka habis terpinggirkan," sambungnya.

Di Indonesia sendiri, Gatot mencontohkan Jakarta yang bersuku asli Betawi. Namun bila dicari suku asli Betawi sudah terpinggirkan dari Jakarta.

"Contoh sekarang di Jakarta ada di mana orang Betawi? Sudah tinggal di pinggiran," ucap Gatot.

Untuk itu dia berpesan kepada para kepala daerah untuk tak menelantarkan rakyatnya. Sebab para kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Maka tugas kepala daerah untuk melindungi rakyatnya.

"Saya ingatkan bapak ibu dipilih oleh rakyat. Jangan sampai rakyat yang pilih, rakyat yang terpinggirkan," pungkasnya.

Berikut ini puisi berjudul Tapi Bukan kami Punya karya Denny JA:

Sungguh Jaka tak mengerti

Mengapa ia dipanggil ke sini.

Dilihatnya Garuda Pancasila

Tertempel di dinding dengan gagah.

Dari mata burung Garuda

Ia melihat dirinya

Dari dada burung Garuda

Ia melihat desa

Dari kaki burung Garuda

Ia melihat kota

Dari kepala burung Garuda

Ia melihat Indonesia

Lihatlah hidup di desa

Sangat subur tanahnya

Sangat luas sawahnya

Tapi bukan kami punya

Lihat padi menguning

Menghiasi bumi sekeliling

Desa yang kaya raya

Tapi bukan kami punya

Lihatlah hidup di kota

Pasar swalayan tertata

Ramai pasarnya

Tapi bukan kami punya

Lihatlah aneka barang

Dijual belikan orang

Oh makmurnya

Tapi bukan kami punya

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP