Panglima TNI akui 12 Marinir tak bisa kontrol emosi
Merdeka.com - Emosi belasan anggota marinir TNI yang melakukan penganiayaan terhadap 7 wartawan ketika melakukan peliputan perobohan warung remang-remang di Padang, Sumatera Barat dianggap sebagai kesalahan manusia. Sebagai manusia, mereka tidak dapat mengendalikan emosi ketika amarah memuncak.
"Marinir kan manusia juga, jadi mereka yang sangat dekat dengan kita. Manakala emosinya tidak terkendali, bisa saja terjadi," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono sebelum Raker dengan Komisi I, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/5).
Lanjutnya, proses awal kenapa bisa terjadi hal penganiayaan kepada wartawan. Berawal dari pulang acara kemiliteran, kemudian berhenti ketika melihat ada keributan di daerah tersebut.
"Begini, jadi sebenarnya mereka itu pulang dari DMMD, melalui daerah itu ada ribut-ribut, mereka berhenti. Nah ternyata memang di situ ada keributan, akhirnya mereka kena jadi sasaran juga," katanya.
Tetapi dia pun mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berawal dari adanya salah satu cafe milik saudara anggota marinir ikut ditertibkan.
"Tapi awalnya bukan itu, awalnya adalah ada saudaranya anggota marinir yang salah satu kiosnya ikut ditertibkan. Ya sebenarnya nggak ada masalah seperti itu. Yang menertibkan pun pasukan gabungan. Jadi saya kira memang penertiban waktu itu nggak ada masalah," jelasnya.
Dia pun menganggap hal itu bukanlah tindakan otoritas TNI AL, dan TNI juga tidak membekinginya. Jadi memang karena kondisi di sana yang membuat anggota TNI akhirnya terlibat.
"Bukan, sama sekali tidak. Jadi TNI bukan membekingi. Jadi memang secara kebetulan saja," tandasnya.
Sementara itu, sanksinya pun akan dilihat dari proses hukum yang berjalan. Keputusan pemecatan pun tergantung dari proses hukum.
"Mari kita hormati proses hukum," paparnya.
Agus pun menyatakan akan melakukan peninjauan terhadap anggota yang terlibat sesuai dengan peraturan yang ada. Adapun pelaku dan korban sudah saling bertemu.
"Mereka sudah ketemu, sudah mengunjungi Rumah Sakit, sudah menjadi apa yang seharusnya diganti," tutupnya.
Sebelumnya, 7 wartawan terluka akibat dianiaya saat melakukan peliputan pembongkaran warung remang-remang di kawasan Bungus, Padang, Sumatera Barat pada Selasa (29/5). Penganiayaan tersebut dilakukan oleh belasan anggota marinir TNI AL.
Kejadian berawal ketika ketiga wartawan meliput pembongkaran warung remang-remang oleh Satpol PP bersama warga. Tiba-tiba para marinir yang berada di lokasi dan tidak berpakaian dinas menyerang pewarta tersebut dengan merebut paksa kamera, memori dan kaset, kemudian dihancurkan.
Diduga pemilik warung remang-remang yang beralih fungsi jadi tempat prostitusi itu mengalirkan uang pelicin ke anggota Marinir untuk menjadi beking. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya