Panglima selanjutnya jatah TNI AU, Ketum PAN bilang itu zaman SBY
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan memasuki masa pensiun pada bulan Juli nanti. Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memiliki pengganti Moeldoko sebelum tanggal 1 Agustus 2015.
Menanggapi siapa yang pantas menggantikan Moeldoko, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Menurut dia, soal penunjukan panglima TNI adalah hak prerogatif penuh Jokowi.
"Itu kan hak presiden. Terserah presiden, Panglima TNI-nya siapa," kata Zulkifli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/6).
Ketua MPR ini menegaskan, pihaknya sama sekali tak mempermasalahkan siapa pun orang yang akan dipilih Jokowi sebagai Panglima TNI selanjutnya. Terkait harusnya jabatan panglima diisi dari kalangan TNI AU, seperti budaya yang terjadi selama ini, Zulkifli menyatakan, tergantung Jokowi.
"Kalau zaman Pak SBY tiap matra dapat giliran, kan bisa saja tiap presiden berbeda. Tapi ya terserah Pak presiden itu, Panglima TNI dan menteri itu hak prerogatif beliau. Kalau PAN nggak ada masalah," ujar Zulkifli.
Seperti diketahui, jika menurut kebiasaan yang diwariskan Presiden ke-6 SBY, panglima TNI selanjutnya adalah jatah TNI AU. Karena Moeldoko berasal dari TNI AD, sebelumnya Laksamana Agus Suhartono dari TNI AL. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya