Panglima baru diharap bisa wujudkan prajurit TNI berjilbab
Merdeka.com - Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay berharap apabila nantinya Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo telah resmi menjabat sebagai Panglima TNI dapat mampu mewujudkan aspirasi masyarakat agar prajurit wanita boleh menggunakan jilbab saat sedang bertugas.
"Aspirasi seperti ini kan sudah berkembang sejak kepemimpinan TNI yang lama. Bahkan, kebijakan itu sudah hampir ditetapkan. Tentu tidak ada salahnya bila di masa pak Gatot hal itu diwujudkan," kata Saleh dalam keterangannya, Kamis (2/7).
Sejauh ini, kata dia, tidak ada satu pun aturan yang dilanggar bila kebijakan itu diterapkan. Bahkan sebaliknya, kebijakan seperti itu bisa mendapatkan simpati dari publik.
Tinggal melengkapi aturan internal agar pemakaian jilbab tidak mengganggu kedisiplinan mereka yang memilih untuk memakainya.
"Memakai jilbab bagi TNI perempuan memang tidak diharuskan. Sifatnya hanya optional. Yang penting dibuka ruang bagi mereka yang ingin memakainya," katanya.
Saleh menuturkan bagi sebagian kalangan, memakai jilbab adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama. Karena itu, membolehkan berjilbab sama artinya dengan membuka ruang untuk melaksanakan salah satu ajaran agama.
"Beragama adalah bagian dari hak setiap orang yang perlu dihormati," tutup politikus PAN ini.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya