Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panggil gubernur se-Papua, SBY evaluasi otonomi khusus

Panggil gubernur se-Papua, SBY evaluasi otonomi khusus pertemuan sesepuh TNI Polri. ©2012 Merdeka.com/abror rizki

Merdeka.com - Setelah menerima kunjungan lima menteri luar negeri dari Melanesian Spearhead Group (MSG), hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanggil sejumlah kepala daerah dari Provinsi Papua dan Papua Barat. Dalam pertemuan itu, SBY akan membahas mengenai otonomi khusus yang telah berjalan selama 13 tahun.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atutury membahas sejumlah isu, yakni percepatan pembangunan Papua serta evaluasi pelaksanaan otonomi khusus.

"Sementara ini, menurut survei dan kalangan belum dirasakan rakyat kalangan bawah. Saya ingin refresh dari presiden waktu itu, apakah masih ada yang kurang atas undang-undang otonomi khusus? Kalau ada, apa yang ingin ditambahkan dalam undang-undang itu," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/1).

Dengan evaluasi tersebut, Djoko berharap muncul upaya untuk mempercepat pembangunan di seluruh Papua. Sehingga, kesejahteraan rakyat tanah Cendrawasih tersebut bisa ditingkatkan sesuai dengan amanat undang-undang.

"Yang tidak kalah penting, paralel dengan amanat pertama, upaya kita bersama adalah upaya bersama kita untuk menghentikan tindakan gerakan bersenjata yang masih ada di Papua," lanjut mantan Panglima TNI ini.

Untuk mengevaluasi beberapa kekurangan selama berlangsungnya Otonomi Khusus yang telah dilakukan sejak 2001 lalu, Djoko meminta kedua gubernur untuk memberikan laporan mengenai seluruh perkembangan pembangunan di Papua. Serta beberapa kekurangan yang terjadi selama otonomi khusus berlangsung.

"Sudah 12 kali pertemuan dan sudah hasilkan draf awal yang harus disinkronkan Papua Barat dan Papua. Baru dibahas bersama dengan kemendagri sebagai supervisi dengan para menteri lain yang apa-apa yang jadi substansi dari perubahan dan penambahan otonomi khusus tersebut," tandasnya.

"Progres report ini akan dibahas bersama setelah matang bersama kedua gubernur dibawa ke kemendagri, lalu dibahas di tingkat kementerian bersama dengan teman-teman Papua," pungkasnya.

Dalam pertemuan itu, SBY didampingi Wakil Presiden Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mendikbud Mohammad Nuh, Kepala BIN Marciano Norman, Kapolri Jenderal Sutarman, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Menkes Nafsiah Mboi, Wamenkum HAM Deny Indrayana, Wamenkeu Any Ratnawati, Wamen PU Hermanto Dardak, dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP