Pamor Habib Munzir
Merdeka.com - Seperti inilah gambaran pengagum mendiang pendiri sekaligus pemimpin Majelis Rasulullah Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman al-Musawa. Kaum lelakinya berbaju koko dan peci serba putih dibalut jaket organisasi berwarna hitam. Yang perempuan kebanyakan berkebaya hitam, beberapa bercadar.
Bagi banyak orang, dandanan itu tidak aneh. Namun yang ini barangkali bakal membuat mata jelalatan.
Namanya Sinta, karyawati sebuah agen model, di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan. Lekuk tubuh sintalnya kemungkinan besar bakal mengundang mata peziarah pria karena dia mengenakan pakaian serba ketat: celana jins biru dengan dalaman berdada rendah dibalut jaket biru.
Seperti ribuan orang memadati areal sekitar kompleks pemakaman Habib Kuncung (Habib Ahmad bin Alwi al-Haddad) di Kalibata, Jakarta Selatan. Hati Sinta merasa terpanggil ikut melayat sekaligus menziarahi kubur Habib Munzir yang diantar ribuan orang ke peristirahatan terakhirnya siang ini selepas salat zuhur.
"Dia orang baik, jadi saya juga merasa senang dengan habib (Habib Munzir)," kata Sinta kepada merdeka.com saat melahap menu makan siang telat berupa nasi goreng. Dia tiba di sana dua jam setelah pusara Habib Munzir ditutup tanah. "Dia tidak seperti ustaz lain yang komersial."
Habib Munzir wafat semalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, jakarta Pusat. Dia meninggal dalam usia 40 tahun.
Sinta tidak mengenal Habib Munzir secara pribadi. Dia cuma mengetahui ajaran dan kepribadian almarhum dari saudara-saudaranya giat mengikuti pengajian di Masjid Al-Munawar saban Senin malam.
Meski begitu, dia ingin melepas kepergian Habib Munzir untuk selamanya. "Saya datang dari kantor naik ojek bareng teman saya," ujarnya. rekan perempuannya bernama Ira, teman sekantor. Wanita ini juga biasa mengikuti pengajian Habib Munzir meski belum menjadi anggota.
Ira bercerita pernah berusaha bersalaman langsung dengan habib Munzur saat pengajian akbar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Namun niatnya tidak kesampaian. "Habis penuh banget, sampe dorong-dorongan," tuturnya.
Dia mengaku kesengsem dengan ajaran Habib Munzir. "Zikir diajarkan enak, kena banget di hati."
Hingga sore ini, pekuburan Habib Kuncung masih ramai dipadati peziarah Habib Munzir. Bahkan, ada yang sudah menginap di sana sejak semalam. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya