Pamit ke Megawati, Sekjen PDIP Jalankan Program Merawat Pertiwi di Waduk Jatiluhur
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menebar 100 ribu bibit ikan di Waduk Jatiluhur pada Kamis (7/7). Sebelum berangkat, Hasto berpamitan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjalankan bagian dari agenda program merawat pertiwi tersebut.
Hasto turut ditemani Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Dr. TB. Haeru Rahayu, dan Dirut Perum Jasa Tirta II Imam Santosa serta sejumlah pengelola Waduk Jatiluhur. Hasto ikut ditemani Kepala Sekretariat DPP PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo.
"Saya meneladani Bung Karno dan Ibu Megawati Soekarnoputri yang membangun rasa cinta tanah air dengan merawat pertiwi, memperindah kehidupan semesta, dan membumikan sesanti memayu hayuning bawana, dan falsafah trihita karana. Karena itulah merawat pertiwi yang menjadi bagian upaya Ibu Mega dan PDI Perjuangan kami jadikan sebagai kultur organisasi," ujar Hasto dikutip dari siaran pers, Kamis (7/7).
Benih ikan itu didapatkan bantuan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Selain menebar bibit ikan, Hasto menyempatkan diri meninjau historical wall dan prasasti terkait Waduk Jatiluhur yang merupakan waduk terluas di kawasan Asia Tenggara.
"Saya hanya bertugas menebarkannya dan sekaligus mendukung program pemerintah di dalam mewujudkan sumber-sumber pangan untuk rakyat," kata Hasto.
"Ini wujud doa dan syukur saya atas berkah kehidupan dari Tuhan Yang Maha Esa. Semoga ikan-ikan ini menebar dan hidup di waduk ini dan bisa menghidupi lingkungan ini," tambahnya.
Dalam tiga tahun ini, PDIP merayakan ulang tahun dengan membersihkan sungai dan menanam pohon. Hal ini menginspirasi Hasto tidak merayakan hari ultahnya dengan cara lain.
Menurutnya, hal itu tradisi baik dari Presiden Soekarno yang diteruskan oleh Ibu Megawati. Tujuannya, kata Hasto, agar kita memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
"Saya pamit ke Ibu Megawati untuk agenda ini. Beliau selalu menegaskan pentingnya merawat lingkungan dan kehidupan. Sebab itu PDI Perjuangan memiliki program Merawat Pertiwi," jelas Hasto.
Megawati, kata Hasto, terus menggalakkan kepada kadernya termasuk kepala daerah dari PDIP untuk melakukan penghijauan di seluruh daerah dan menjalankan program menanam 10 makanan pendamping beras. Hasto sempat menanyakan enceng gondok yang terlihat di waduk.
"Enceng gondok saat pandemi tidak terkontrol tapi sekarang sudah lebih baik dikelola," kata Dirut Imam Santosa.
Di lokasi sama, Dirjen KKP mengatakan penebaran benih ikan ini penting untuk memerhatikan dan menjaga ekosistem di waduk. "100 ribu benih ikan ikan Tawes dan Nilem karena tidak bisa menebar sembarang, yang tidak invasif," jelas Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu.
Saat meninjau prasasti, Hasto terpukau dengan kata-kata yang masih menggunakan ejaan lama dituliskan pada prasasti tersebut.
Bendungan Jatiluhur tidak boleh hanja digunakan selama satu atau dua tahun. Itu harus digunakan selama ratusan tahun.
Untuk meningkatkan produksi pertanian, masjarakat membutuhkan air. Air penting untuk listrik djuga.
Tidak hanja untuk penerangan tapi djuga untuk industri.
Ir. SoekarnoPresiden Pertama Indonesia
Demikian petikan pesan Presiden Pertama RI yang dikenal dengan sebutan Bung Karno.
"Saya berharap waduk ini benar-benar dikelola dengan baik dan memberi manfaat untuk masyakarat sekitar. Betapa sedihnya lbu Megawati ketika menjadi anggota DPR RI Komisi IV, saat kawasan Bekasi, Karawang dan sekitarnya terjadi alih fungsi lahan pertanian. Bayangkan seandainya daerah tersebut masih menjadi area persawahan. Ini menjadi pelajaran ke depan tentang pentingnya tata ruang," kata Hasto.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya