Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakar: Sinergi Vaksin, Obat dan Prokes Bisa Turunkan Derajat Pandemi jadi Endemi

Pakar: Sinergi Vaksin, Obat dan Prokes Bisa Turunkan Derajat Pandemi jadi Endemi Siswa SD disuntik vaksin Covid-19 di Tangerang. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 sudah melanda Tahan Air dalam kurun waktu 1 tahun lebih. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlina Burhan, mengatakan cakupan vaksinasi, obat-obatan dan protokol kesehatan merupakan komponen penyokong yang dapat mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi di Tanah Air.

"Sinergi vaksin, obat dan protokol kesehatan itu bisa menurunkan derajat pandemi jadi endemi," kata Erlina dalam agenda pelatihan kepada media terkait obat dan vaksin di masa pandemi COVID-19 yang diselenggarakan BPOM dan diikuti dari aplikasi Zoom di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (19/10).

Erlina mengatakan, Indonesia semakin mendekati pada situasi endemi. Dibuktikan dengan cakupan vaksinasi yang semakin bertambah. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap prokes yang kian tinggi serta angka kasus terkonfirmasi harian di bawah 1.000 kasus.

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengapresiasi capaian vaksinasi yang diperkirakan menembus 300 juta suntikan pada akhir 2021.

Komponen lain yang masih diperlukan adalah ketersediaan obat-obatan bagi perawatan pasien Covid-19.

"Saat ini beberapa produk obat antivirus sudah dalam tahap uji klinik fase 3," katanya.

Beberapa obat-obatan yang dimaksud berkategori monoclonal antibodies seperti Bamlanivimab dan Etesevimab.

Selain itu Kemenkes juga sedang menjajaki beberapa obat-obatan antivirus baru yang sekarang sedang ramai dibicarakan antara lain Molnupiravir, Proxalutamide dan AT-527.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP