Pakar metafisika sebut tahun 2020 puncak kehancuran Indonesia

Reporter : Angga Yudha Pratomo | Kamis, 27 Februari 2014 09:06




Pakar metafisika sebut tahun 2020 puncak kehancuran Indonesia
Arkand Bodhana Zeshaprajna. ©arkand.com

Merdeka.com - Indonesia diprediksi akan hancur di tahun 2020 jika tak segera berganti menjadi Nusantara. Prediksi itu datang dari Arkand Bodhana Zeshaprajna, pria yang belasan tahun mempelajari metafisika.

Doktor lulusan University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat ini menjelaskan, dalam ilmu yang dikuasainya dapat terlihat kapan sesuatu hal bakal terjadi. Khusus Indonesia, kehancuran itu akan terjadi dalam enam tahun ke depan.

"Di sana ada satu garis waktu, justru kita bisa lihat polaritas-polaritas negatif. Nah kita sudah melewati 2 fase negatif polarity, nanti kita lewati lagi satu, di 2014 sampai 2023 dengan puncak tahun 2020," kata Arkand kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (26/2)

Pria bernama asli Emmanuel Alexander ini menjelaskan, tidak ada satu negara maupun perusahaan yang mampu melewati tahapan negatif yang memuncak seperti itu. Maka dari itu, dirinya tetap optimis nama Indonesia diubah menjadi Nusantara.

"Dalam fase negatif seperti itu, jarang sekali hampir tidak pernah bahkan, bila satu perusahaan atau negara dengan polaristas fase memuncak tak bisa melampauinya. Tak pernah ada. Jadi kita sangat berbahaya bila kita tak menggunakan nama nusantara," jelasnya.

Menurut Arkand, gejala kehancuran Indonesia bisa dirasakan di tahun ini dan tahun depan. Dirinya pun menyebut bahwa mempertahankan nama Indonesia sebagai hal yang nekat.

"Seharusnya nanti berjalan dari tahun ini sampai tahun depan kita lihat gejala-gejalanya itu. Adalah satu kenekatan ketika kita mempertahankan nama Indonesia," ungkapnya.

Ketika ditanya persoalan selain kehancuran Indonesia dari segi metafisika, Arkand menyebut tidak ada lagi. Sebab, dari ilmu yang dikuasainya ini telah menganalisa bahwa negara ini akan hancur.

"Tidak ada, yang ada Pakar metafisika sebut tahun 2020 puncak kehancuran Indonesia. Bukan dari arti nama. Kita tidak bicara dari arti nama," terangnya.

Seperti diketahui, Arkand yang merupakan doktor University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat itu tetap bersikukuh jika nama Nusantara adalah nama terbaik untuk pengganti nama Indonesia. Sebab, menurutnya, dalam struktur nama Nusantara tak mempunyai angka merah dan bisa membuat kehidupan yang semakin baik untuk orang-orang yang berada di dalamnya kelak.

Analisa Arkand juga bukan tanpa alasan, dia sudah membuat piranti lunak atau software untuk menganalisa hitungan-hitungan struktur nama yang baik.

Baca juga:
Nama Republik Indonesia cocok diganti Viranegari Nusantara
Pilih mana, nama Republik Indonesia atau Viranegari Nusantara?
Konsultasi dengan Arkand, Butet Kartaredjasa ganti nama
Ahli metafisika sebut Jokowi dan Gita Wirjawan pasangan ideal
Ubah nama biar tak dicap kere, Indonesia perlu tiru Kazakhstan?

[ded]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • KPPU: Harga beras naik karena tindakan pemerintahan Jokowi sendiri
  • FCC makin 'garang', operator Negeri Paman Sam menjerit
  • Comeback Mei, Infinite siap rilis album baru
  • Begini cara sindikat begal tipu pemilik kontrakan dan ketua RT
  • Jupe tampil lebih tertutup sepulang dari tanah suci
  • Sindiran Amien Rais justru menguntungkan Hatta Rajasa
  • Taklukan preman terminal, Gus Tanto dirikan ponpes napi napi taubat
  • Bos jamu Jaya Suprana dukung Ahok lawan DPRD
  • Citra Kirana: Hijab sekarang lucu-lucu, bikin nggak mati gaya
  • Tak bijak, Jokowi naikkan harga premium saat harga beras tinggi
  • SHOW MORE