Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakai 2 HP, Begeng pura-pura dapat kabar penculikan dari pelaku

Pakai 2 HP, Begeng pura-pura dapat kabar penculikan dari pelaku Pelaku dan korban penculikan di Beji Depok. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Metro Jaya memastikan Januar Arifin alias Begeng (35) merupakan pelaku pembunuh bocah J (7) pada Sabtu (6/2) lalu. Kasus ini bermotif penculikan.

"Niat menculik, kemudian dia panik. Dia tahu kalau anak itu diculik, dicari-cari," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Krishna Murti di Polda Metro Jaya, Selasa (9/2).

Dalam aksinya, Krishna menjelaskan, pelaku beralibi menginformasikan ke temannya seolah-olah anak itu diculik. "Jadi dia kasih tahu ke orang lain mengatakan 'tolong kasih tahu anak itu diculik'. Dia sendiri yang ngomong," ungkapnya.

Tak sampai situ, lanjut Krishna, pelaku juga seolah menghubungi pelaku dengan menggunakan kedua handphonenya.

"Kemudian menggunakan dua HP, satu itu seolah olah adalah pelaku yang dia awal ngaku dua orang itu, yang menyuruh dia menculik. Dan nanti satu HP lagi dia yang mengatakan seolah-olah dia mengamankan, jadi dua HP milik dia," papar Krishna.

"Waktu ibunya dateng katanya dia dititipi anak itu, kemudian ibunya pergi, dia taruh anak itu di situ, belum sampai terjadi apa-apa. Waktu kami evakuasi kondisi masih pakaian lengkap seragam sekolah," tambahnya.

Menurut Krishna, usai menemukan korban telah meninggal, pihak kepolisian hendak melakukan autopsi namun sempat terkendala karena pihak keluarga menolak.

"Waktu saya datang bersama Kapolres Jakarta Timur ke lokasi belum dilakukan autopsi, awalnya pihak keluarga nggak mau diautopsi. Tapi setelah diberi keyakinan, akhirnya sudah mau. Hasil autopsi semua ada di Kapolres Depok. Nanti Kasat Reskrim atau Kapolres Depok yang akan menjelaskan," tutupnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP