Padatnya Bandara Soekarno-Hatta
Merdeka.com - Pemerintah berencana memindahkan sekitar 80 penerbangan dari bandara internasional Soekarno-Hatta ke bandara Halim Perdana Kusuma. Pasalnya, bandara utama yang dibuka tahun 1985 itu sudah padat penumpang.
Untuk menuju bandara, akses jalanan sering macet. Bahkan jika masuk ke pintu depan bandara, ke terminal satu dan dua, tak heran disuguhi mobil penumpang yang berjejer.
Belum lagi kondisi terminal satu dan dua yang penuh dengan penumpang. Bahkan, beberapa penumpang ada yang tidur-tiduran karena lama menunggu jadwal penerbangan.
Kondisi bandara juga tidak sebagus seperti di Bandara Kuala Namu, Medan. Padahal, menteri BUMN Dahlan Iskan berambisi ingin menjadikan bandara Soekarno-Hatta seperti bandara internasional Changi Singapura.
Sepertinya Dahlan hanya bermimpi jika tidak segera mengurai kepadatan penerbangan yang menyebabkan jumlah penumpang membeludak. Ditambah, beberapa fasilitas seperti parkir kendaraan kurang luas.
Lubis, perempuan asal Medan yang bekerja pada perusahaan swasta di Jakarta, kerap menggunakan sarana transportasi udara untuk pekerjaan atau sekedar liburan. Namun, dia mengeluh kondisi bandara Soekarno-Hatta yang membuat tidak nyaman.
Menurutnya, bandara yang terletak di Tangerang itu terlalu penuh dengan penumpang. Belum lagi akses jalan yang macet akibat naik turun penumpang. Satu hal yang paling tidak disukai jika jadwal maskapai penerbangan harus tertunda atau delay.
"Tidak nyaman, enakan bandara di Makassar, Sultan Hasanuddin, lebih teratur dan tertib," ucap Lubis kepada merdeka.com, Jumat (6/12).
Perempuan ini berharap pemerintah memperbaiki infrastruktur, ruang tunggu yang nyaman dan meniadakan calo tiket. Pasalnya, dia pernah memiliki pengalaman ditawari tiket oleh calo saat antre di depan loket tiket salah satu maskapai yang terletak di terminal satu.
"Pernah ditawarin tiket sama calo, kalau kita mau masuk check-in sering ditawari tiket sama calonya,"katanya.
Karena area parkir yang penuh, Lubis mengaku lebih menggunakan taksi. Tetapi, kondisinya sama saja dengan menggunakan kendaraan pribadi karena banyak mobil pribadi yang nunggu jemputan dan menurunkan penumpang.
"Aku sih selalu pakai taksi, cuma ya itu sama saja, kita mau turun dari taksi juga ngantre karena mobil-mobil pribadi banyak yang nunggu jemputan atau nurunin penumpang lama," jelasnya.
Seperti diberitakan, untuk mengatasi kepadatan penumpang di Soekarno-Hatta, Kementerian Perhubungan mulai awal 2014 akan memindahkan 80 penerbangan ke bandara udara halim perdana kusuma. Kemudian, melarang maskapai penerbangan untuk menambang jadwal penerbangan hingga kondisi tidak padat.
"Kita juga melarang maskapai menambah jadwal penerbangan. Ini sampainya tidak bisa targetin kapan, tapi bener-bener sampai tidak ada kepadatan lagi," ujar Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan, Bambang Ervan kepada merdeka.com, Jumat (6/12).
Tidak hanya itu, pembangunan terminal III juga sedang dikerjakan untuk menambah landasan. Target selesai pada tahun 2015, sehingga tidak ada lagi kejadian delay untuk jadwal penerbangan.
"Kita juga mengirimkan tim khusus ke inggris untuk mengetahui utilitas dua landasan," ucapnya.
Menurutnya, kajian tim khusus tersebut disebabkan oleh tingkat naik turun penumpang di bandara Soetta hanya 68 penerbangan per jam, sedangkan di negara lain dapat mencapai 90 penerbangan per jam. Kepadatan di bandara soetta karena ada peningkatan jumlah penumpang.
"Sebelumnya kita juga sudah melakukan memperbolehkan adanya rute-rute tidak dari Jakarta. Misalkan Bandung ke Batam, Padang ke Medan, dulu kan dari Padang mau ke Medan harus ke Jakarta, sekarang bisa langsung," jelasnya.
Untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas menuju bandara, juga dipersiapkan kereta bandara. Saat ini Kemenhub mengerjakan jalur double track dari stasiun manggarai ke Tangerang, kalau untuk Tangerang ke Bandara dikerjakan oleh PT. KAI.
Sementara itu, pihak PT. Angkasa Pura II mengatakan jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta setiap hari rata-rata ada 300.000 penumpang. Angka tersebut dihitung dari jumlah penerbangan per hari ada sekitar 1200 dikalikan dengan 250 penumpang untuk pesawat jenis 737-900 yang biasa digunakan.
Untuk mengatasi kepadatan, AP II sedang membangun terminal III yang target selesai paling cepat akhir tahun 2014 dan paling lambat awal tahun 2015. Selain itu, untuk mengatasi kepadatan kendaraan di tempat parkir akan dibangun gedung parkir di tahun 2015.
"Terminal III sedang kita bangun dan Gedung parkir akan dibangun tahun 2015 untuk anggaran dari kita semua. Untuk nilainya berapa saya tidak hafal," ujar secretary cooperate PT. Angkasa Pura II, Dariyanto kepada merdeka.com.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya