Pada Ahok, pasangan atlet lawas ini curhat jadi guru digaji sejuta
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama, membuka sesi interaksi dengan warga DKI di rumah pemenangannya di Lembang. Salah satu yang hadir adalah, Dyah Renatih (52), yang kini tak jelas nasibnya.
Dyah mengadukan nasib suaminya Marzuki (48), mantan atlet tim nasional Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang kini menjadi guru honorer. Kini sisa hayatnya telah ditambatkan di SD Negeri Kelapa Dua Wetan 03 Pagi, Jakarta Barat.
"Suami saya guru honor di SD Negeri Kelapa Dua Wetan 03 Pagi, kebetulan sudah 11 tahun mengabdi. Kami sudah menghadap Ahok, Djarot dan Jokowi juga sudah tapi belum ada realisasi untuk menjadi PNS," katanya, Senin (14/11).
Atlet lempar lembing yang sempat bertanding di Thailand tahun 2006 silam itu ingin mendapat kejelasan soal status kepegawaiannya. Apalagi, kini sudah memiliki tiga orang anak.
"Dia (suaminya) tidak mendapatkan UMP, sebulan sekarang cuma dapat Rp 1 juta sekarang. Kemarin malah cuman Rp 900 ribu," terangnya.
Dyah kemudian menunjukkan beberapa medali yang berhasil diperoleh bersama dengan suaminya selama menjadi atlet. Bahkan, dia menawarkan kepada siapa saja untuk membelinya agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi.
"Ini medali emas tingkat Asia, bapak dapat dua, satu saya jual buat makan buat bayar rumah. Ini juga mau saya tawarkan untuk bayar rumah. Gaji cuma satu juta mau makan apa?" tuturnya.
Ahok yang menerima pengaduan tersebut langsung meminta stafnya agar menghubungi dinas terkait. Namun ternyata, Dyah sudah lelah dilempar-lempar. Kini dia pesimis nasibnya akan membaik.
"Tadi katanya mau diteruskan ke dinas terkait, saya pesimis juga karena sudah pernah. capek mas," ujarnya sembari menyeka keringat di keningnya.
Walaupun telah memberikan medali bagi Indonesia, dia mengaku tidak pernah mendapatkan apapun dari pemerintah. Bahkan sampai saat ini mereka berdua masih hidup di rumah kontrakan.
"Kalau boleh bisa ditinjau ke tempat kami sekaligus sosialisasi dengan warga. Saya yakin banget tidak ditolak. Karena tempat kami enggak ada nolak dia mau datang, kan gak diperbolehkan. Kalau enggak seneng enggak usah nyoblos," terangnya.
Di tempat terpisah, Ahok menduga ada beberapa syarat yang tidak dapat dipenuhi Marzuki sehingga belum menjadi PNS. "Mungkin berkasnya ada yang kurang, makanya tidak diproses lebih lanjut," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya