Otto Hasibuan: Tuntutan sehari pun tak layak buat Jessica
Merdeka.com - Ketua tim penasihat hukum terdakwa Jessica, Otto Hasibuan mengatakan kliennya berhak mendapatkan tuntutan bebas dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya dakwaan JPU yang menuduh kliennya sebagai pelaku pembunuhan berencana tidak bisa dibuktikan.
"Sebagai penasihat hukum melihat fakta-fakta persidangan kan harusnya tuntutan bebas, tapi itu kan kewenangan penuntut umum," kata Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/10).
Otto menjelaskan selama ini kasus kematian Mirna adalah kasus yang paling simpel. Namun kasus ini dibuat rumit oleh penuntut umum dengan menghadirkan berbagai saksi ahli untuk membuktikan kliennya bersalah. Padahal, penuntut umum kata Otto tidak bisa membuktikan Mirna memang tewas karena racun sianida.
"Selama ini kan kasus paling simpel di dunia tapi jadi ribet kaya gini. Simpelnya begini kalau memang ada pembunuhan berencana oleh racun, maka racun itu kan harusnya ada di tubuh manusia itu, kalau diminum korban maka racun ada di tubuh korban kenyataan nya tidak ada racun di tubuh korban, jadi kalau enggak ada racun dalam tubuh korban ya untuk apa diproses sampai sekarang, kan enggak ada pembunuhan," papar Otto.
"Jadi enggak perlu ribet urusin ini pakai ahli-ahli segala harusnya tentukan dulu matinya karna sianida apa enggak, matinya karena racun apa tidak. Semua ahli bilang bukan karena sianida, Labpring polri yang kita percaya menyatakan di dalam tubuh korban tidak ada sianida 70 menit setelah korban meninggal. Jadi kalau enggak ada sianida enggak ada pembunuhan dong," sambung Otto.
Otto bahkan tak bisa membayangkan bagaimana nanti Jessica dituntut oleh penuntut umum pada persidangan ke-27 hari ini.
"Kalau masalah berat ringan hukumannya kan itu gimana jaksa saja. Tuntutan satu hari pun tidak layak buat Jessica. Dunia pun harusnya tertawa kalau ini ada tuntutan terhadap Jessica," ujar Otto.
"Orang matinya juga belum tentu karena sianida kok harus ada tuntutan, jadi kita enggak perlu panjang panjang periksa dulu ada enggak sianida di tubuh korban " tutup Otto.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya