Otto emosi Jessica dituduh bohong oleh Jaksa Shandy
Merdeka.com - Jaksa penuntut umum, Shandy Handika menuduh Jessica Kumala Wongso berbohong dan berusaha menutup-nutupi informasi. Tuduhan itu dinyatakan Shandy yang meragukan pengakuan Jessica karena menolak memberi tahu nama teman-temannya di Australia.
Padahal, dalam persidangan itu Jessica mengaku tidak mau melibatkan teman-temannya.
"Saya tidak mau menyebut nama mereka. Saya tidak mau melibatkan mereka dalam persidangan ini," kata Jessica dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (28/9).
Saat bersaksi, Jessica mengaku dekat dengan Mirna dalam rentang tahun 2008 sampai 2015. Namun, dia menolak dikatakan terlalu dekat dengan almarhumah, sebab tak pernah bercerita mengenai masalah pribadinya, termasuk saat mencoba bunuh diri.
"Saya tegaskan sekali lagi. Kami kan beda negara. Kami hubungan enggak sering. Kalau dibilang dekat, saya enggak mungkin 'Mir, gue lagi sedih nih, gini-gini'. Enggak ada! Saya enggak pernah seperti itu. Karena saya akan curhat ke teman-teman saya di Australia," tutur Jessica.
Shandy langsung berupaya mengonfirmasi nama teman-teman yang dimaksud Jessica. Namun, terdakwa enggan mengungkapkannya.
"Ada di sana. Saya sebutkan lagi, saya tidak akan menyebutkan nama-namanya," sahut Jessica ketus.
Saat itulah Shandy langsung menuduh Jessica berusaha menutup-nutupi informasi.
"Ini kan pertanyaan, apapun jawaban anda, ini bisa saja menolong anda di persidangan. Jadi kalau anda tidak mau menjawab, anda menutup-nutupi, anda berbohong, itu akan memberatkan. Jadi kita harus bisa terbuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi," ujar Shandy dengan nada tinggi.
Suasana persidangan tegang saat kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, menyambut tudingan Shandy. Dia kesal kliennya dituding berbohong oleh jaksa.
"Keberatan yang mulia. Menutup-nutupi, berbohong, itu tidak benar," ujar Otto.
"Pertanyaannya jelas, dia tidak mau menjawab, itu kan menutup-nutupi," Shandy mengelak.
Para penonton pun mulai bersorak ringan. Situasi persidangan kembali tidak teratur. Majelis hakim menenangkan persidangan dan meminta sidang dilanjutkan dengan tenang.
"Kalau saya sebutkan nama teman-teman anda, bisakah anda mengatakan ya atau tidak saja?" ujar Shandy, masih berusaha meminta jawaban.
Akan tetapi, Jessica masih menolak untuk memberikan jawaban.
"Tidak. Tidak mau," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya