Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

OTT KPK, DPR sebut WTP tak lagi dianggap sebagai prestasi

OTT KPK, DPR sebut WTP tak lagi dianggap sebagai prestasi Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pejabat negara yang berprofesi sebagai auditor di BPK Jumat (26/5) sore. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku prihatin dengan tertangkapnya pejabat negara dalam OTT KPK.

"Ini memprihatinkan. Nanti kami lihat perkembangannya seperti apa. Informasinya masih simpang siur," ujar Fadli di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5).

Fadli menuturkan atas kasus tersebut harus ada evaluasi tiap-tiap lembaga. Sebab di tiap institusi pasti memiliki berbagai kekurangan.

"Dan juga ada moral hazard terutama ketika berbicara soal WTP, dan sebagainya. Itu saya kira salah satu dianggap prestasi sebuah pemerintahan di daerah, atau Kementerian atau di institusi lain," kata Fadli.

Harusnya, lanjut Fadli, BPK sebagai institusi independen, imparsial tak boleh ada celah untuk gratifikasi atau korupsi. Sebab ini satu assessment terhadap lemabga, terutama di dalam Laporan keuangan berdasarkan audit oleh chief auditor BPK.

Solusinya, lanjut Fadli, harus ada pengawasan tapi jangan sampai pendapat opini publik dipandang sebagai sebuah prestasi semata.

"Janganlah diperlakukan seolah-olah prestasi dari intitusi lembaga itu atau menterinya atau gubernur, wali kota. Tapi benar-benar independen yang dirasakan langsung oleh masyarakat uang yang ada itu untuk pembangunan di lembaga atau institusi masing-masing," ujarnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP