Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Otak perampokan masih DPO, toko emas diminta pasang CCTV

Otak perampokan masih DPO, toko emas diminta pasang CCTV penjahat. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Sebanyak tujuh pucuk senjata api (senpi) yang digunakan oleh pelaku perampokan toko emas Sahabat di Semin Gunung Kidul, DIY masih beredar liar. Ketujuh senpi jenis pistol FN selalu digunakan oleh komplotan yang beraksi dibeberapa toko emas yang diduga merupakan kelompok Jatim, Jabar dan Sumatra itu.

"Ketujuh senpi dalam penguasaan pelaku WS yang dikenal sebagai otak dan kepala suku komplotan ketiga kelompok perampok. Selain itu, benda dan harta hasil rampokan hingga sampai saat ini juga masih dalam penguasaanya," ungkap Kanit Satgas Jatanras I Polda DIY AKBP Juandani kepada wartawan Kamis(3/5) di Mapolda DIY.

Selain itu, ketujuh senpi itu dari pengakuan tersangka akan digunakan untuk melakukan aksi perampokan di toko emas Mawar yang berada di Sidareja, Cilacap, Jateng. Tujuh senjata tersebut empat jenis FN dan tiga senpi rakitan.

Kendati dijaga oleh polisi mereka akan menghabisi para penjaganya dengan menggunakan senpi. Sampai saat ini senpi jenis FN dan rakitan itu masih dalam penguasaan 7 dari 11 perampok yang masih bebas berkeliaran.

Sampai saat ini, ketujuh perampok kelompok Sumatra, Jabar dan Jatim yang melakukan aksi perampokan di toko emas Sahabat Minggu (8/5) masih berkeliaran dan sewaktu-waktu bisa beraksi.

Kabag Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menghimbau kepada pengusaha toko emas dan masyarakat agar waspada dan berhati-hati. Serta diminta untuk tetap waspada dan bila menggunakan perhiasan tidak terlalu mencolok.

"Hanya untuk mengantisipasi jangan sampai menarik perhatian pelaku perampokan dalam melakukan modus kejahatannya di jalanan. Selain itu untuk toko emas diharapkan selalu melengkapi dengan peralatan CCTV," ungkap Anny. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP