Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Orangtua protes anak dikeluarkan sekolah karena kepergok pesta miras

Orangtua protes anak dikeluarkan sekolah karena kepergok pesta miras Siswi SMA merokok dan pesta miras. ©Perserikatan Komunitas Regenerasi Pendidikan

Merdeka.com - Wali murid dari ketiga siswa yang dikeluarkan oleh SMK Negeri 2 Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadu ke Komisi IV DPRD setempat. Pasalnya ketiga siswa itu langsung dikeluarkan pihak sekolah tanpa adanya teguran dan pembinaan terlebih dahulu.

"Mereka masih bisa dilakukan pembinaan untuk dapat berubah. Itulah peran sekolah dan orangtua dalam pembinaan moral. Memang anak-anak melakukan kesalahan, namun kejadian tersebut baru sekali, dan belum pernah dilakukan teguran maupun pembinaan dari pihak sekolah," kata salah satu dari orangtua siswa, Milad Arhimawan, Senin (8/6), seperti dikutip dari Antara.

Di sisi lain Milad telah melayangkan surat kepada Menteri Pendidikan, Gubernur DIY, serta Bupati Kulon Progo. Dia meminta bantuan agar hukuman terhadap anaknya bisa diringankan. Baginya pihak sekolah seharusnya memberikan teguran terlebih dahulu, baru kemudian memberikan pembinaan yang berkelanjutan.

Ketiga siswa tersebut dikeluarkan pihak sekolah, atas dugaan telah melakukan pesta minuman keras dan merokok di sekolah. Selain itu didapati pula delapan file video porno dalam handphone mereka.

Sementara itu Kepala SMKN 2 Pengasih, Istihari Nugraheni menyatakan pesta minuman keras ketiga siswa tersebut terjadi pada 2 Mei silam. Ketiganya kepergok saat tim tata tertib dan badan konseling melakukan inspeksi mendadak.

Lantas ketiganya terjerat poin pelanggaran sekolah, totalnya mencapai 185 poin atau lebih dari 200 persen. Padahal peraturan sekolah akan mengeluarkan siswanya jika telah mencapai 100 poin.

Namun Istihari sebenarnya juga merasa berat hati meminta ketiga siswa itu hengkang dari sekolahan. Keputusan itu sengaja diambil sebab pihak sekolah takut jika pelanggaran tersebut menular ke siswa lain.

"Kalau diberi kesempatan, siswa yang lain juga akan mencoba seperti itu," katanya.

Selain itu Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin. Dia berharap agar kasus ini bisa menjadi pemicu agar wali murid lebih serius membimbing anaknya. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP