Orang sipil sok keren dengan seragam pasukan elite, sakit jiwa?
Merdeka.com - Gara-gara ingin mendapatkan perlakuan khusus, seseorang terkadang nekat mengenakan seragam tentara ataupun polisi. Padahal, orang tersebut tidak pernah terdaftar ataupun menjadi anggota militer maupun kepolisian.
Tak hanya di Indonesia, aksi serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Dalam sebuah rekaman yang diunggah di Youtube, seorang anggota pasukan elite memergoki lelaki yang mengenakan seragam kebanggaannya. Dia menduga, pria itu sengaja memakai seragam militer untuk mendapatkan layanan khusus di bandara atau ingin pamer di depan kekasihnya.
Peneliti dari Kajian Stratejik Intelejen (KSI) Universitas Indonesia, Ridlwan Habib mengungkapkan, secara psikologis, pengguna seragam militer atau polisi tidak punya rasa kepercayaan diri. Demi mendapatkannya, mereka nekat menyamar dengan menggunakan seragam tersebut.
"Dari sisi psikologis massa, itu bisa menimbulkan kepercayaan diri yang berlebihan, seolah-olah menjadi doping, menjadi bagian dari korps besar, jadi dia merasa aman. Walaupun begitu, orang itu punya kepribadian yang terganggu, dia tidak bisa bedakan ini kenyataan atau ilusi," jelas Ridlwan saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (2/9).
Lewat samarannya, seseorang bisa mendapatkan penghormatan dari warga sipil yang melihatnya. Sebab, banyak orang yang menganggap bekerja di bidang militer memiliki kemapanan hidup yang lebih baik dibandingkan pekerjaan lainnya.
"Ada juga karena ingin nikah, atau mendapatkan cewek karena tentara atau polisi mencerminkan kemapanan, kalau sudah jadi dianggap mapan oleh lingkungan adat, lebih diterima karena menjanjikan masa depan pasti. Itu digunakan modus juga. Banyak kasus-kasus nyamar jadi polisi untuk nikahi seseorang. Ini salah satu cara trik," ujar dia.
Selain digunakan sebagai pencarian jati diri maupun pasangan hidup, seragam ini juga kerap disalahgunakan demi mencari keuntungan finansial, seperti penipuan. Modusnya pun bisa berbagai macam, mulai dari meminta pungutan liar, pura-pura menangkap salah satu anggota keluarga atau hal-hal lain yang disinyalir bisa mendapatkan uang dengan mudah.
"Di Indonesia sendiri lebih banyak karena motif ekonomi, padahal risikonya besar. Tapi kalau orang sudah merasa helpless meski ujungnya dipenjara, namun tetap berani," katanya.
Di sejumlah negara, termasuk Indonesia, pengguna seragam militer atau kepolisian yang bukan bagian di dalamnya dapat dikenakan sanksi pidana. Hanya saja, bermacam keuntungan tersebut membuat pelakunya seakan tidak peduli.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya