Operasi preman di Surabaya, polisi tangkap 153 orang tanpa identitas
Merdeka.com - Polrestabes Surabaya menggelar operasi preman di sejumlah daerah yang dianggap rawan tindak kejahatan. Ini sesuai instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada seluru jajaran polisi di seluruh Indonesia agar memberantas preman, calo, penodong, penjambret dan kejahatan jalanan.
Operasi preman dilakukan di wilayah Wonokromo, Dukuh Pakis, Sawahan, Bubutan, Sukolilo, Mulyorejo, Tegalsari, dan di semua daerah Kota Surabaya. Hasilnya, tim anti bandit Polrestabes Surabaya dan seluruh polsek menangkap ratusan orang. Namun belum dipastikan bahwa mereka adalah preman.
"Sebanyak 153 orang ditangkap karena tidak mempunyai identitas. Maka diamankan, untuk diperiksa, dan didata," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela, Kamis (7/12).

Total 153 orang ini terdiri 102 orang hasil tangkapan dari seluruh polsek di wilayah hukum Polrestabes Surabaya. Sedangkan sisanya yakni 51 orang hasil tangkapan dari tim antibandit Polrestabes Surabaya.
"Untuk melakukan operasi preman ini melibatkan Reskrim 25 orang, Sabhara 10 orang, dan jajaran polsek. Diperkirakan totalnya lebih dari 100 personel yang dilibatkan operasi ini," ujar perwira dua melati di pundak.
Secara terpisah Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, operasi yang dilakukannya untuk meningkatkan rasa aman, nyaman masyarakat. Selain itu, juga untuk menekan angka tindak kejahatan dan kriminalitas. Seperti premanisme, calo, penjambret, penodongan.
"Hal ini dilakukan untuk menekan angka kejahatan. Karena ingin menciptakan suasana kondusif, aman dan nyaman terutama menjelang Natal dan tahun baru di Kota Surabaya," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya