Ono 'Man of Steel' lihai bikin patung dari beragam jenis besi
Merdeka.com - Seniman Ono Soemarsono atau Ono Gafur (68) menghasilkan karya seni sebuah patung kontemporer, dari aneka barang berbahan besi menjadi mirip seekor buaya. Aneka benda menempel kuat membentuk rupa hewan kekar dan gagah sepanjang dua meter, dengan lebar 80 sentimeter, dan tinggi satu meter.
Besi dipakai Ono buat membikin patung buaya itu pun bermacam-macam. Di antaranya gir sepeda motor, gembok, peredam kejut sepeda motor, martil, kapak, besi bahan cor, tang, dan lain-lain. Semuanya direkatkan menggunakan las. Onoguf (Ono Gafur), demikian biasa dipanggil, dengan tekun mengerjakan karyanya selama berbulan-bulan.
Las listrik berikut pelindung mata menjadi teman setianya selama berkarya. Onoguf tidak pernah lepas dari baju kerja dan kaca mata hitam.
"Ini rencananya akan dipajang di International Culture Centre di Pandaan, semacam rumah budaya milik warga China. Katanya akan dipajang di salah satu sudut dekat kolam," kata Onoguf di studionya di Jalan Semeru, Kota Malang, Rabu (17/2).
Sejak belia, Onoguf sudah akrab dengan material besi. Sebab tempat kelahiran dan tinggalnya di kawasan selatan pasar Kota Malang dikenal dekat dengan para pemulung. Karena hal itu Onoguf dijuluki Ono 'Man of Steel'.
Ono telah menelurkan puluhan karya tersebar di 25 negara di dunia. Di antaranya Afrika Selatan (Johannesburg), Amerika Selatan, Brazil, Inggris, Australia, Jerman dan lain-lain. Karyanya dalam berbagai berbagai bentuk, seperti kura-kura, burung onta, burung emio, gajah, dan buaya.
Patung karya Onoguf sekilas memang tampak dibuat dari besi bekas yang tidak bernilai secara ekonomis. Namun, aneka bahan itu ternyata dibeli dengan harga tidak murah.
"Cantolan crane ini saya beli dengan harga Rp 3 juta. Tang itu sebenarnya masih berfungsi, tetapi kemudian saya tempelkan di situ karena dibutuhkan bentuk seperti itu," kata Ono sambil menunjuk sebuah benda berbentuk mirip mata kail dengan ukuran besar.
Dalam berkarya, Onoguf tidak pernah menggunakan kerangka atau pembentuk. Dia hanya perlu melihat obyek dimau, sisanya dibentuk menggunakan imajinasi. Setiap bahan langsung ditempelkan dengan mempertimbangkan bentuk dan kekuatan.
"Tidak ada kontruksi, tetapi mempertimbangkan daya beratnya dan bentuk untuk memunculkan karakternya, agar buayanya terlihat keras dan garang. Karakternya akan terlihat," lanjut Ono.
Patung-patung itu kemudian diberi cairan kimia dalam tahap akhir. Warna dan bahan akan disesuaikan.
Bagi Onoguf yang juga seniman lukis dan batik ini, sebuah karya tidak pernah ternilai oleh uang. Selama ini, dia mengaku hanya berkarya dan tidak pernah terpikir menjual atau menaksir harganya. Namun, setiap karya Onoguf selama ini selalu ditawar dengan harga ratusan juta. Bahkan sebuah taman wisata di Australia membeli karyanya seharga Rp 1 miliar.
Onoguf menyatakan, setiap karya juga memiliki nilai dan makna terkandung di dalamnya. Patung buaya kekar berbahan besi itu bermakna penyatuan dunia.
"Bahan-bahan yang tertempel di sini semua hasil karya seni. Kapak hasil seni seorang empu, bor dan lain sebaginya merupakan hasil dari para insinyur. Setiap besi ada seninya," tutup Ono. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya