Omicron Masuk ke Singapura, Jokowi Minta Polda di Perbatasan Perketat Pengawasan
Merdeka.com - Singapura telah mengumumkan kasus Covid-19 varian Omicron, Kamis(3/11). Kasus tersebut berasal dari penerbangan Singapore Airlines (SIA), SQ479, dari Afrika Selatan(Afrika Selatan).
Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Kepolisian Daerah (Polda) khususnya perbatasan untuk menjaga ketat adanya mobilitas pelancong masuk ke Indonesia, khususnya para tenaga kerja Indonesia yang pulang.
"Hati-hati yang nama sekarang ini ancaman gelombang keempat gelombang omicron, hati-hati tadi pagi saya sudah dapat kabar sudah sampai ke Singapura. Utamanya Polda, Polda yang berkaitan dengan perbatasan dengan negara-negara lain," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Kesatuan Wilayah Tahunan 2021 di Kabupaten Badung, Bali, Jumat(3/12).
Dia pun meminta agar seluruh pihak tetap waspada. Sebab saat ini varian virus baru tersebut sudah masuk ke 29 negara. Walaupun penularan masih dipelajari seluruh ilmuwan, namun dikabarkan virus tersebut lebih menular dari varian delta.
"Ingat varian delta itu lebih menular 2,3minggu semua langsung ini lebih cepat, meskipun belum final tapi perkiraan 5 kali lebih cepat. Kemungkinan besar escape imunity, artinya bisa masuk kesela-sela imun dia bisa menerobos," bebernya.
"Hati-hati ini, karena efeknya bisa ke mana-mana, jadi protokol kesehatan disampaikan kepada masyarakat, karena pandemi bisa berefek ekonomi jatuh, bisa berimbas pada politik, hati-hati,hati-hati," tegasnya.
Untuk diketahui Kementerian kesehatan Singapura mengatakan dua pelancong dari Johannesburg yang dites positif varian virus corona Omicron di Sydney, telah transit melalui bandara Changi.
Kedua orang tersebut meninggalkan Johannesburg pada 27 November dengan penerbangan Singapore Airlines dan tiba di Changi pada hari yang sama untuk penerbangan transit mereka, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Keduanya telah dites negatif untuk COVID-19 sebelum keberangkatan, tambahnya.
Kementerian mengatakan sebagian besar pelancong tetap berada di area transit di Bandara Changi. Dari tujuh orang yang turun, enam telah ditempatkan pada pemberitahuan tinggal di rumah selama 10 hari, sedangkan yang ketujuh, kontak dekat dengan individu yang terinfeksi dalam penerbangan, telah dikarantina.
"Pelacakan kontak sedang berlangsung untuk staf bandara yang mungkin melakukan kontak sementara dengan kasus-kasus itu," kata kementerian itu, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Selasa (30/11).
Pihak berwenang Australia mengatakan pada Minggu bahwa dua penumpang yang dites positif pada saat kedatangan di Sydney telah divaksin sepenuhnya dan telah ditempatkan di ruang isolasi.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya