Omicron Cepat Menular, Pakar Eijkman Minta Pengawasan Tingkat Molecular Dipertajam
Merdeka.com - Penyebaran varian Omicron sudah mengalami pelonjakan di dalam negeri. Diketahui, tingkat penularan Omicron lebih cepat dibanding virus Covid-19 varian Delta.
Pakar Eijkman Institute Amin Soebandrio mengatakan bahwa Indonesia sedang memasuki masa transisi penanganan Covid-19 dari varian Delta menuju Omicron.
Menurutnya, pengawasan tingkat molecular perlu dipertajam sebab belum banyak yang diketahui mengenai varian tersebut.
"Sampai sekarang Omicron ini masih terus diteliti, kecepatan penularannya cepat. Walaupun ini merupakan varian yang berbeda dari Delta dengan tingkat kematian yang masih belum ada, tetapi kita perlu terus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi," kata Amin saat berdiskusi dengan pemerintah, seperti dikutip dari siaran pers diterima, Sabtu (15/1).
Senada, Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap bahwa pengendalian penyebaran Omicron sudah dilakukan. Yakni, fokus pengetatan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang datang ke Indonesia.
"Bagi para PPLN, akan dilakukan karantina selama 7 hari setelah mereka sampai. Selama karantina ini mereka akan dites PCR dan harus betul-betul aman sebelum masuk dalam komunitas," jelas Wiku.
Diketahui, beberapa pekan terakhir, Varian Omicron berada di Indonesia berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Hingga sekarang sudah terdeteksi lebih dari 500 kasus konfirmasi positif varian Omicron di Indonesia, terutama di wilayah DKI Jakarta dan telah terjadi transmisi lokal.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti menyampaikan hingga hari tercatat 725 kasus Omicron. Deteksi dilakukan Dinkes bersama Pemerintah Pusat.
"Data yang kita dapatkan sampai dengan pagi ini sudah terlaporkan ada 725 kasus positif Omicron," kata dia, dalam diskusi virtual.
Dari jumlah tersebut, terdapat 75 persen merupakan pasien hasil perjalanan luar negeri. Sementara sekitar 24,8 persen merupakan transmisi lokal.
"75 Persen PPLN sebanyak 545 dan 180 transmisi lokal (varian Omicron) atau 24,8 persen," imbuh dia.
Reporter: Muhammad RadityoSumber : Liputan6.com
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya