Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ombudsman sebut ada diskriminasi di Lapas Sukamiskin

Ombudsman sebut ada diskriminasi di Lapas Sukamiskin Sel mewah Setnov. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Lapas Sukamiskin kembali menjadi sorotan usai disidak Ombudsman RI. Sebabnya, kamar beberapa napi korupsi masih tidak banyak berubah pasca OTT KPK yang dilakukan dua bulan lalu.

Anggota Ombudmas RI, Ninik Rahayu mengatakan, masih ada diskriminasi yang antar penghuni napi. Indikatornya adalah kamar yang ditempati para napi tidak merata.

"Ada banyak kamar yang besar dan rapih. Tapi di satu sisi ada kamar yang secara ukuran sesuai standar dan fasilitas seadanya" ujarnya saat dihubungi, Sabtu (15/9).

Dari foto sidak yang dilakukan Ombudsman terlihat bahwa fasilitas di kamar Setya Novanto layaknya apartemen. Berbagai fasilitas seperti kasur, AC dan meja terlihat bagus. Di sana ia tampak pula mantan bendahara Demokrat, Nazaruddin bersama Setya Novanto.

Di foto lain, kondisi kamar sangat berbeda. Kamar dengan umuran lebih kecil itu tampak kumuh dan kotor.

"Selain ruangan Setya novanto, kamar pak Joko Susilo (terpidana kasus korupsi simulator SIM) juga bagus. Yang bagus banyak, tapi kami tidak bisa lihat satu per satu, karena waktu sidaknya juga sudah larut, sekitar pukul 23.00 WIB," terangnya.

Hasil sidak dari Ombudsman, ia sebut sudah dilaporkan kepada perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jabar.

"Saya sampaikan ini sudah berulang kali. Dua bulan lalu (OTT KPK di Lapas Sukamiskin) mereka bilang berbenah. Kami memantau hasil pembenahan belum tuntas. Saya sampaikan jangan ada diskriminasi lagi," ucapnya.

sel mewah setnov

Sel mewah Setnov ©2018 Merdeka.com

Selain kamar yang lebih besar, Ninik menyebut hal yang dinilai tidak patut lainnya yakni terkait penggembokan pintu kamar. Sesuai standar operasional prosedur, penggembokan seharusnya dilakukan dari luar kamar. Namun dari pengamatannya, penggembokan hanya dilakukan di blok saja. Sehingga napi bisa leluasa keluar masuk kamar.

"Hunian Sukamiskin enggak digembok masing-masing kamar. Digemboknya di blok saja, jadi leluasa. Nah ini saya kira perlu menjadi masukan," ungkapnya

Lebih lanjut Ninik mengatakan, untuk fasilitas di Lapas Sukamiskin, pihaknya tak menemukan fasilitas seperti televisi di dalam kamar. Menurutnya, televisi hanya ada di luar kamar dengan ukuran besar. Namun setelah diselidiki, televisi tersebut dibeli dari urunan warga binaan.

sel di lapas sukamiskin

Sel di Lapas Sukamiskin ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Diberitakan sebelumnya, petugas dari Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga lapas di Bandung, yakni Lapas Narkotika Banceuy, Lapas Wanita dan Lapas Sukamiskin. Sidak dilakukan secara marathon pada Kamis (13/9/2018) pagi hingga Jumat (14/9/2018) malam kemarin. Dalam sidak tersebut, Ninik didampingi 12 orang anggota Ombusdman.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP