Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ombudsman: Polisi bekerja serius, tapi saat ini putus asa cari clue kasus Novel

Ombudsman: Polisi bekerja serius, tapi saat ini putus asa cari clue kasus Novel sketsa diduga penyiram novel. ©2017 istimewa

Merdeka.com - Sudah sembilan bulan berlalu, polisi masih belum dapat membongkar kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Agar kasus ini tak berlarut-larut, Komisioner Ombudsman RI (ORI) Adrianus Meliala mendorong Novel Baswedan membeberkan semua yang diketahuinya kepada penyidik kepolisian.

"Minimal dari apa yang diungkapkan penyidik, kelihatannya ada beberapa pihak yang belum optimal dalam rangka memberikan keterangan kepada penyidik. Sebagai contoh, Novel sendiri belum pernah di BAP. Itu saja sudah menjadi satu kekurangan karena dia saksi hidup dan bisa bicara. Mengapa yang bersangkutan tidak mau bicara, nah ini perlu kita cermati," kata Adrianus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (25/1).

Mantan anggota komisi kepolisian nasional ini melihat polisi sudah berupaya memecahkan misteri kasus ini. Dia juga yakin polisi bekerja dengan serius.

"Keliatannya polisi bekerja serius. Nanti akan kami masukkan kepada laporan akhir," tutur Adrianus.

Terkait usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Adrianus berpendapat, peralihan kewenangan penyelidikan dan penyidikan membutuhkan proses tak mudah. Dari kacamatanya, dalam kasus ini kepolisian telah mati-matian mencari petunjuk. Harus diakui juga, polisi putus asa dalam proses menemukan petunjuk untuk membongkar kasus penyiraman Novel.

"Dari berbagai hal yang dikemukakan oleh kepolisian, mereka desperate dalam mencari clue itu. Apakah ketika TGPF tiba-tiba banyak clue enggak tahu saya, yang jelas pada posisi ini polisi desperate dalam mencari clue," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP