Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ombudsman DKI Minta Kemenkes Turunkan Tarif Swab Antigen

Ombudsman DKI Minta Kemenkes Turunkan Tarif Swab Antigen 3 Anggota Dewan dan 11 PNS Positif Covid-19, Gedung DPRD Jateng Ditutup Lagi. ©ANTARA/HO-Setwan DPRD Jateng

Merdeka.com - Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh Nugroho meminta agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dapat menurunkan tarif pemeriksaan swab antigen di masyarakat. Saat ini, tugas para tenaga kesehatan terpecah antara penanganan pasien Covid-19 dan non Covid-19.

"Banyak masyarakat di wilayah Jakarta Raya yang tidak ter tracing setelah melakukan kontak erat dan juga tidak melakukan swab mandiri karena tingginya harga Swab Antigen di tengah ekonomi yang terus merosot," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7).

Dia meminta agar tarif swab antigen dapat diakses oleh masyarakat menengah ke bawah. Idealnya, swab antigen dapat dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) pratama BPJS Kesehatan setelah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19.

"Dengan prosedur yang lebih sederhana tanpa harus menunggu jadwal di Puskesmas atau rumah sakit rujukan. Cukup rekomendasi puskesmas sebagai syarat administrasi dan masyarakat sudah bisa tes swab antigen di semua faskes pratama BPJS," ujarnya.

Sedangkan untuk masyarakat yang ingin melakukan deteksi dini melalui fasilitas negara, pemerintah dapat menurunkan harga alat deteksi tersebut.

"Jika hal ini juga dilakukan secara bussines as usual, dikhawatirkan penurunan angka suspect tidak dengan mudah terjadi karena potensi penyebaran covid menjadi lebih besar akibat keterlambatan proses deteksi," jelas Teguh.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan proses vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota masih terus berjalan.

Kata dia, saat ini vaksinasi dosis pertama saat ini sudah mencapai 5.072.833 orang atau 57,5 persen.

"Dengan jumlah yang divaksin dosis 1 sebanyak 163.157 orang. Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.943.092 orang atau 22 persen," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7).

Reporter: Ika DefiantiSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP