Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ojek online pertanyakan maksud Bima Arya soal rencana moratorium

Ojek online pertanyakan maksud Bima Arya soal rencana moratorium Sopir angkot geruduk gedung Balai Kota Bogor. ©2017 merdeka.com/septian tri kusuma

Merdeka.com - Usulan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto soal pemberhentian armada transportasi online ditanggapi sinis para pengendaranya. Tak pelak, ratusan pengemudi ojek berbasis daring ini mempertanyakan maksud ucapan orang nomor satu di Kota Hujan tersebut.

"Tadi dapat info, katanya ojek online akan dibekukan dilarang beroperasi," tanya Ardi (31) salah seorang driver ojek online kepada wartawan saat ditemui di kawasan Bogor Utara, Selasa (21/3).

Dirinya meminta agar Wali Kota Bogor segera memberikan klarifikasi atas pernyataannya tersebut. "Kami cuma mau minta klarifikasi aja, benar apa enggak," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bima Arya mengusulkan adanya moratorium transportasi online kepada pemerintah pusat dan perusahaan berbasis daring itu. Menurutnya, itu perlu dilakukan hingga keadaan kembali kondusif mengingat banyaknya 'gesekan' antara angkot dengan transportasi online.

"Saya mengusulkan kepada kementerian agar tidak menyetujui aplikasi online roda dua yang baru. Jadi sekarang disetop dulu. Saya minta untuk tidak mengeluarkan izin sebelum payung hukumnya itu jelas," kata dia kepada awak media saat berada di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3).

Saat disinggung apakah hal itu bentuk pelarangan operasional ojek online di Kota Hujan, Bima membantah. Menurutnya, solusi terbaik saat ini adalah tidak kembali menambah armada kendaraan berbasis daring hingga ada payung hukum yang jelas.

"Tidak, yang melarang bukan kita. Kita usulkan tidak ada izin baru. Kalau saya usulkan disetop dulu lah. Karena ini kondisinya tidak kondusif, (tunggu) sampai ada landasan hukum yang jelas," tambah Bima.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP