Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ogah Diperiksa, Dokter Ani Hasibuan Minta Media yang Sebar Hoaks Dipanggil

Ogah Diperiksa, Dokter Ani Hasibuan Minta Media yang Sebar Hoaks Dipanggil Gedung Polda Metro. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kuasa Hukum Ani Hasibuan, Slamet Hasan dan Amin Fahrudin menyambangi Gedung Direktorat Reserse Kiriminal Khusus Polda Metro Jaya. Kedatangannya guna mengusulkan kepada penyidik agar memeriksa redaktur Tamsh-news.com, sebelum memeriksa kliennya.

"Kemarin penyidik telepon Bu Ani mau diperiksa lagi. Saya bilang, pak ini kan kami sudah melaporkan Tamshnews juga, tapi ini belum ada kabar beritanya. Padahal kan Ibu Ani ini diperiksa itu gara-gara berita di Tamshnews yang hoaks, karena dia tidak mewawancarai Bu Ani," ujar Slamet di lokasi, Rabu (3/7).

Menurut Slamet, tak adil bila penyidik memeriksa kliennya sedangkan pihak Tamsh-news.com tak diikuti sertakan guna mengungkap kasus ini.

"Bukannya Bu Ani yang dikejar-kejar. Menurut kami begitu. Makanya kita ini sedang mencoba untuk mengejar Tamshnews yang sudah kami laporkan itu," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pula telah melaporkan tamsh-news.com ke polisi.

"Nah, sekarang ini karena kita sudah melaporkan Tamshnews yang telah membuat berita bohong, memfitnah Bu Ani, maka kita minta ini Tamshnewsdiperiksa dulu," pungkas Slamet.

Seperti diketahui, kuasa hukum Ani, Amin Fahruddin menduga kliennya memang dijadikan 'target' dalam kasus ini. Sebab proses laporan terhadap kliennya dinilai terlalu cepat hingga sampai tahap penyidikan.

"Kami ingin mencermati soal pemeriksaan di Polda ini. Jadi kalau kita lihat media ini dirilis atau dimuat tanggal 12 Mei, kemudian kalau kita teliti dari proses penyelidikan itu dilayangkan kepada kami surat panggilan sebagai saksi tapi ini sudah masuk dalam proses penyidikan itu masuk tanggal 15 Mei 2019," kata Amin.

"Artinya dalam waktu tudak kurang dari tiga hari itu proses hukum yang dilakukan ini sudah mengalami proses penyidikan. Kami menduga ini ada semacam kejar tayang karena sangat cepat dan kemudian pada tanggal 17 hari ini ibu Ani mendapatkan panggilan sebagai saksi. Artinya tidak kurang dari seminggu itu proses ini sangat dikejar kami menduga bahwa ibu Ani ini menjadi target," beber Amin.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP