Ogah digusur, warga Zeni Mampang ancam bongkar makam orangtua di TMP
Merdeka.com - Warga perumahan Zeni Mampang mengancam akan membongkar makam orang tuanya di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka akan melakukan penggalian makam jika Kodam Jaya tetap melakukan pengosongan paksa hari ini. Sebelum membongkar makam, mereka saat ini melakukan aksi demonstrasi.
"Kita akan melakukan aksi bongkar makam keluarga sebagai bentuk protes kepada Kodam Jaya. Nanti malam jam 3 sebelum subuh akan mendapat info pengosongan. Ini tanah yang dibeli dengan jerih payah orangtua mereka. Buat apa menjadi pahlawan jika tidak dihargai," kata warga korban penggusuran, Dody di depan TMP, Kalibata, Jakarta, Sabtu (19/12).
Sedangkan salah satu korban, Mayjen Shamsudin menyatakan protesnya. Menurutnya negara sudah menghakimi pahlawan yang berjuang untuk negeri ini.

"Ini keluarga para pahlawan yang punya bintang mulia. Ini bentuk protes keras pada penguasa. Kodam Jaya atas perintah Kasad diinstruksikan untuk menertibkan ini. Kalau terjadi negara akan malu, malu sekali. Kenapa senjata dihadapkan pada kita yang tua-tua. Umur rata-rata 79-40. Kami sudah jompo pak," ujar Shamsudin.
Aksi demonstrasi ini diwarnai tangis. Keluarga para pahlawan tak terima jasanya diabaikan.
Rumah yang akan disengketakan berada di RT 1 sampai 4 di RW III. Sebanyak 70 rumah yang dihuni 117 warga perumahan Zeni Mampang terancam penggusuran. Kodam Jaya telah lama berencana mengosongkan 71 rumah dan memindahkan lebih dari 200 warga ke perumahan Yayasan Benteng di Cilodong.
Pengosongan dan pemindahan itu didasarkan pada status tanah yang sudah beralih antara Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad) dan PT Continental. Kompleks Perumahan Zeni didiami oleh para purnawirawan Korps Zeni TNI-AD beserta warakawuri. Tinggal pula keluarga para Pejuang Perang Kemerdekaan 1945, 10 November Surabaya, dan Seroja (Timor Timur). (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya