Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nyepi sehari, PLN Bali hemat Rp 8 miliar

Nyepi sehari, PLN Bali hemat Rp 8 miliar Perayaan Nyepi Tahun Saka 1935. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sepanjang Sabtu (21/3) hingga Minggu (22/3) pagi, umat Hindu Bali merayakan Hari Raya Nyepi. Seluruh umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian di mana ada empat pantangan yang tidak boleh dilakukan selama satu hari penuh dimulai sejak Jumat tengah malam hingga Minggu pagi.

Empat Brata atau pantangan tersebut yakni Brata Amati Geni yakni umat Hindu tidak boleh menyalakan api, Brata Amati Lelanguan tidak boleh melaksanakan kegiatan yang berfoya-foya atau bersenang-senang secara berlebihan.

Brata Amati Lelungan tidak boleh berpergian, harus tetap diam di rumah dan Brata Amati Karya tidak boleh melakukan pekerjaan.

Selama perayaan Nyepi tersebut, PLN Bali mencatat terjadi penghematan listrik sebesar 278 mega Watt atau senilai hampir Rp 8 miliar.

"Ada penghematan sekitar 278 mW, sama dengan menghemat pasokan beban biaya listrik sekitar 8 miliar rupiah," ungkap Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Bali, I Wayan Redika, Minggu (22/3) di Denpasar, Bali.

Dia menjelaskan, per hari rata-rata beban puncak listrik di Bali mencapai 695,3 mega Watt. Pada Nyepi penggunaan listrik mencapai 478,7 mega Watt.

Selama ini, lanjut Redika, pasokan listrik di Bali menggunakan bahan bakar solar. Tiap hari, rata-rata penggunaan soal untuk pembangkit listrik di Bali mencapai 1.948.084 liter solar. Sementara saat Nyepi solar yang digunakan hanya 1.082.729 liter.

"Nilai turunnya 865.355 liter. Jika diuangkan sekitar Rp 8 miliar. Untung Rp 8 miliar tidak membeli solar," terang Redika.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP