Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nyalakan genset, satu keluarga di Medan keracunan asap

Nyalakan genset, satu keluarga di Medan keracunan asap korban keracunan genset. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu keluarga di Jalan Aluminium I, Medan, dilarikan ke rumah sakit karena keracunan. Mereka sesak napas, muntah-muntah, dan lemas karena menghirup asap genset yang dipasang saat mati lampu.

Keenam korban keracunan itu masing-masing pasangan suami istri, Muhammad Nur (32) dan Yusra (24), bersama dua anak mereka, Muhammad Akbar (6) dan Zahrul (4). Dua pekerja di rumah yang juga dijadikan toko sembako itu, yaitu Wardi (18) dan Rizal (18), juga keracunan.

"Mereka sesak napas dan muntah-muntah. Terjadi gangguan pola pernapasan, penyebabnya keracunan," kata Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Imelda Pekerja Merdeka Ishak Ritonga, yang merawat keenam korban, Selasa (11/9).

Saat ini, jelas Ishak, kondisi keenam korban semakin membaik. Mereka sudah keluar dari IGD dan dirawat di ruang rawat inap. Zuhra yang ditemui di ruang perawatan masih terbaring lemas, namun dia sudah bisa berbicara.

Perempuan ini bercerita, mereka menyalakan genset karena kawasan tempat tinggalnya mati lampu sejak Senin (10/9) malam. "Sampai pukul 11 tadi siang pun masih mati lampu," terang Zuhra.

Dia memaparkan, suaminya menyalakan genset sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, sekitar pukul 23.00 WIB, mesin itu dimatikan karena mereka akan tidur.

Sekitar pukul 05.00 WIB, genset itu kembali dinyalakan. "Setelah salat subuh, gensetnya kami matikan lagi," imbuhnya.

Kata Zuhra, tubuhnya sudah lemas sejak subuh. Bahkan, mereka tidak membuka toko karena tidak sanggup lagi.

Akhirnya Muhammad Nur berinisiatif menghubungi kerabatnya. Setelah kerabatnya datang, sekitar pukul 10.30 WIB, mereka dilarikan ke RSU Imelda Pekerja Merdeka di Jalan Bilal, Medan. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP