Nunun merasa dilecehkan media
Merdeka.com - Nunun Nurbaetie, terdakwa kasus suap cek pelawat mengaku merasa dilecehkan oleh media terkait pemberitaannya selama ini. Nunun meceritakan hal itu berpengaruh saat dirinya sedang berobat di Rumah Sakit Singapura pada awal tahun 2010 lalu. Rumah sakit Mount Elizabeth Singapura sempat menolak Nunun saat dirinya akan diperiksa.
"Betul saya tanggal 23 Februari dengan izin suami saya ke Singapura untuk berobat. Dan suami saya juga sudah berizin ke KPK. Tetapi, sejak di Singapura saya merasa diintimidasi oleh media. Sebab, dokter saya di Singapura didatangi media dan jadi ketakutan sehingga saya sebagai manusia merasa dilecehkan dan dihakimi oleh mereka. Mengingat, mereka (media) datang ke dokter saya dan mengatakan saya orang jahat, koruptor," kata Nunun dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/4).
Oleh karena itu, Nunun merasa sangat dilecehkan dan dirugikan, karena saat itu dirinya sedang sakit keras. Lalu Nunun menceritakan juga dirinya menderita penyakit syaraf dan ada flek di kepalanya. Sehingga, harus menjalani pengobatan di luar negeri. Dan harus meminum obat khusus selama tujuh tahun belakangan ini.
Sebelumnya, dokter pribadinya, Andreas Harry pernah mengatakan bahwa Nunun tersebut mengidap penyakit dimensia mengarah ke alzheimer atau penyakit lupa akut. Sehingga, harus menjalani perawat kesehatan ke luar negeri.
Satu tahun setelah Nunun pergi ke luar negeri, KPK menetapkan Nunun sebagai tersangka dalam kasus suap cek pelawat.
Nunun pun akhirnya tertangkap di Bangkok, Thailand oleh Kepolisian Kerajaan Thailand pada 10 Desember 2011 lalu dan dipulangkan ke Indonesia menggunakan penerbangan komersial. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya