Novel mengira dua orang diduga penyiram air keras tetangganya
Merdeka.com - Penyidik KPK Novel Baswedan sempat teriak meminta pertolongan usai mengalami disiram air keras sesaat setelah Salat Subuh berjemaah dekat kediamannya di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4) pagi. Teriakan itu membuat jemaah masjid yang tengah berdzikir langsung menghampiri Novel.
"Setelah dievakuasi di masjid Pak Novel langsung dibawa ke Rumah Sakit sekira pukul 05.10 WIB, guna mendapat pertolongan medis," kata Ketua RT 03 RW 10 Pegangsaan Dua, Wisnu Broto saat ditemui di rumahnya.
Wisnu mengatakan, jemaah yang menolong langsung membawa Novel ke masjid untuk melakukan pertolongan pertama. Saat itu warga menolong Novel dengan menyiramkan cairan tersebut dengan air di masjid.
"Setelah disiram air keras itu, pak Novel mengatakan sempat terbentur dengan pohon dekat rumahnya. Mungkin karena pandangan beliau tidak jelas dia terbentur pohon," kata Wisnu.
Wisnu menambahkan, Novel sempat mengira dua orang diduga pelaku penyiraman itu adalah tetangganya. Keduanya langsung kabur menggunakan motor usai menyiramkan air keras ke arah Novel.
"Pak Novel kira kedua orang naik motor itu tetangganya seperti biasa lewat makanya dia biasa saja, tidak ada kecurigaan," ujar Wisnu.
Dia melanjutkan, usai membawa Novel ke rumah sakit warga menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Barang bukti itu salah satunya cangkir bermotif blirik.
"Mungkin itu tempat menyimpan cairan air keras tersebut oleh pelaku, yang akhirnya dilempar ke arah Pak Novel," pungkasnya.
Pantauan merdeka.com saat ini kediaman Novel Baswedan di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara terlihat sepi dan terkunci. Tempat kejadian pun sudah diberikan garis polisi.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya