Novel disiram air keras, PDIP & PKB usul penyidik KPK dikawal khusus
Merdeka.com - Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Ahmad Basarah mendorong adanya perlindungan dan jaminan keamanan bagi para penyidik KPK. Usulan ini menyusul insiden penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan seusai Salat Subuh di sekitar rumahnya.
"Saya kira setiap warga negara wajib dilindungi setiap keselamatannya. Apalagi, oleh petugas-petugas negara apakah itu petugas kepolisian, KPK dan lainnya, memang perlu dipikirkan perlindungan keamanannya bisa diberikan jaminannya lebih baik lagi," kata Basarah di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4).
Basarah meminta Polri untuk menugaskan anggotanya untuk mengusut tuntas aksi teror kepada Novel. Insiden yang menimpa Novel harus dijadikan pelajaran berharga dalam upaya penegakan hukum kasus korupsi.
"Saya kira ini harus menjadi pelajaran berharga sebagai sebuah bangsa untuk tidak terjebak terhadap semua aksi dan reaksi kekerasan terhadap siapa," tegasnya.
Senada dengan Basarah, Wasekjen PKB Daniel Johan menilai pengawalan khusus kepada penyidik KPK merupakan konsekuensi logis yang harus dilakukan aparat kepolisian.
"Saya kira otomatis ya. Ya itu sebagai konsekuensi sebetulnya," ujar Daniel.
Daniel enggan berspekulasi aksi teror ini berkaitan dengan sejumlah kasus korupsi besar yang tengah diusut KPK, semisal kasus e-KTP. Wakil Ketua Komisi IV ini mendoakan Novel segera pulih agar bisa kembali menjalankan tugasnya di KPK.
"Tentu kita prihatin kita simpati ya. Kita berdoa agar Novel segera pulih bisa menjalankan tugasnya seperti semula," harapnya.
Sebelumnya, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal usai menunaikan salat Subuh di kawasan Kelapa Gading. Kini, Novel sedang menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya