Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Novel Baswedan Cerita Titik Terendah, Hendak Menyerah dalam Pemberantasan Korupsi

Novel Baswedan Cerita Titik Terendah, Hendak Menyerah dalam Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan di Komnas HAM. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku pernah berada di titik terendahnya selama berkarir di KPK. Saat itu terbesit pikiran tidak perlu lagi ada upaya memberantas korupsi.

Dalam perbincangannya bersama Anita Wahid sebagai Deputi Direktur Public Virtue Research Institute (PVRI) yang disiarkan melalui kanal YouTube Public Virtue Institute, kondisi terendah yang dirasakan Novel akibat negara abai dalam melindungi pejuang antikorupsi.

"Ketika melihat seolah-olah yang memberantas korupsi itu malah dikerjain malah dibuat seolah-olah kami adalah seolah-olah orang yang brengsek yang harus diuber, ya memang lebih bagus memang ditinggalkan. Jadi memberantas korupsi biar tidak ada saja," ungkap Novel, Minggu (20/6).

Nada suara Novel kemudian meninggi. Saat dia kembali mengenang perlakuan negara terhadap dirinya dan pegawai KPK dengan mengabaikan segala laporan penyerangan atau kriminalisasi. Belum lagi, atas penghinaan yang terus menerus dialamatkan kepada Novel terkait yang dilakukannya dalam upaya memberantas korupsi.

Novel merasa kecewa ketika laporan penyerangan terhadap dirinya seolah tak diselesaikan tuntas hingga dalang penyerangan.

"Saya mau memperjuangkan bagaimana kalau saya sendiri sudah pada posisi hampir buta. Orang menghina saya dengan luar biasa, dan itu dihina, dengan anak-anak saya pasti tahu, dan kemudian saya melapor enggak digubris. Terus mau memperjuangkan apalagi?" tegas Novel.

"Upaya menghina ini sudah kebablasan." (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP