Noriyu kritik iklan rokok yang umbar kejantanan
Merdeka.com - Meski secara kesehatan tidak baik, nyatanya rokok masih menjadi primadona di Indonesia. Mulai dari petani tembakau, produsen rokok, hingga konsumen, semua meneguk keuntungan. Ditengarai, kesuksesan bisnis rokok di Indonesia salah satunya karena iklan rokok yang menggambarkan kejantanan pria dan efek glamour untuk wanita.
Wakil Ketua komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) mengatakan iklan tidak ada hubungannya dengan esensi rokok itu sendiri. Iklan itu hanya sebuah strategi untuk membentuk sugesti masyarakat.
"Sugestinya itu cara tegas untuk menghindar dari aturan yang ditetapkan. Dan juga sugesti, kalau merokok seperti itu," kata Noriyu kepada merdeka.com di DPR, Senayan Jakarta, Kamis (5/7).
Seolah-olah dengan merokok, seseorang bisa berbuat seperti dalam iklan, lanjut Noriyu. Mampu melewati segala rintangan di depan mata, atau mampu mengendalikan hewan liar sekalipun.
Atau seolah-olah produsen rokok berusaha menghapus bahaya rokok, dengan membuat iklan yang tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan bahaya rokok.
Namun lebih penting dari itu, Noriyu menilai iklan rokok sebagai upaya produsen, terbebas dari peraturan pemerintah yang melarang promosi rokok.
"Itu cara untuk menghindari peraturan. RPP tembakau juga belum sah," pungkasnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya