Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nilai Dolar AS melejit, untung perajin tempe di Malang makin tipis

Nilai Dolar AS melejit, untung perajin tempe di Malang makin tipis Perajin tempe di Malang. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Perajin tempe di Malang, Jawa Timur, menerima dampak langsung dari melemahnya nilai rupiah. Harga kedelai impor menjadi bahan baku pembuatan tempe mengalami kenaikan harga, akibat nilai Dollar Amerika Serikat yang melejit.

Selama ini kebutuhan kedelai diimpor dari Amerika Serikat, sementara kedelai lokal sulit didapatkan. Kalaupun ada di pasaran, kualitasnya di bawah kedelai impor.

Khusnul Djuari (52 tahun), seorang perajin tempe di Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengaku membeli kedelai dengan harga Rp 7.100 per kilogram. Harga beranjak naik sedikit demi sedikit sejak sekitar tiga pekan lalu.

"Sehari saya habis satu kwintal 60 kilogram dengan harga Rp 7.100. Kalau wajarnya Rp 6.600 per kilogram, untungnya tipis," kata Djuari di Malang, Selasa (1/9).

Djuari memproduksi tempe buat kebutuhan industri keripik tempe milik anak dan menantunya. Sementara sebagian dibawa orang dan dijual ke pasar.

Proses pembuatan tempe setidaknya butuh waktu sekitar sepuluh jam. Dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, selepas salat zuhur sampai dinihari.

Karena harga kedelainya tak kunjung turun, Djuari memilih memperkecil ukuran irisan untuk kedelai yang dijual di pasar. Karena masing-masing harus tetap tersedia supaya usahanya tetap berjalan.

"Sedikit dikurangi, bagi-bagi untung. Pembeli juga sudah tahu kalau harga kedelainya mahal," katanya berharap harga kedelai segara turun.

Muhammad Isman dari Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia di Malang mengungkapkan, tidak ada penurunan permintaan dari industri tempe di Kota Malang. Ada 150 anggota di bawah naungannya yang rutin menjalankan produksinya.

"Omset sehari enam ton, harga sampai sekarang Rp 7.100. Kami hanya mengambil untung Rp 100 dari harga dari penyetok," kata Isman.

Isman selama ini mengaku bergantung dengan harga ditetapkan oleh pemasok kedelai dari Surabaya. Selain koperasi, ada enam toko menjual kedelai di lingkungan para perajin tahu dan tempe di Sanan, Kota Malang. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP