Ngurah Rai ditutup, hotel dekat bandara ketiban berkah
Merdeka.com - Di balik efek abu vulkanik Gunung Raung yang membuat Bandara Ngurah Rai Bali ditutup, ternyata juga ada yang diuntungkan. Sejumlah hotel terdekat di wilayah bandara mengaku ketiban rezeki dengan musibah tersebut.
Seperti yang dituturkan GM Sovereign Bali Hotel, Made Ramia. Saat bandara Ngurah Rai ditutup, pihaknya juga harus melakukan pembatalan boking kamar sebelumnya dan dialihkan ke hari berikutnya.
"Waktu itu turis yang harusnya datang pada saat penutupan, akhirnya tertunda. Tidak cancel sih, tetap boking tetapi waktunya yang dialihkan," papar Ramia, Jumat (7/8) di Tuban, Bali.
Kata Ramia, begitu bandara ditutup, sedikitnya ada 230 turis asing khususnya Australia dialihkan untuk layanan penginapan. "Kebetulan kita ada kerja sama dengan pihak agen penerbangan, seperti Virgin Air dan Cthay Pacific. Ada 100 kamar lebih yang dibooking untuk turis dari bandara yang menginap saat itu," ujarnya.
Menurutnya, rata-rata kamar yang dibooking saat itu Rp 700 ribu untuk satu malam. Semua ditanggung oleh maskapai penerbangan tersebut, dengan cara tamu memperlihatkan tiket keberangkatan.
"Untuk satu malam dari turis yang dialihkan dari bandar berkisar Rp 700 ribu," akunya.
Lanjutnya, khusus Virgin Air ditanggung seluruhnya sampai breakfast. Kalau Cathay hanya kamar saja.
"Intinya ini kami membantu menyediakan penginapan untuk turis yang terpaksa harus tertunda keberangkatannya akibat efek gunung raung," pungkasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya