Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ngaku relawan Jokowi, pasutri tipu belasan Kades di Cianjur

Ngaku relawan Jokowi, pasutri tipu belasan Kades di Cianjur Ilustrasi Uang. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Belasan kepala desa (Kades) di wilayah Cianjur selatan, Jawa Barat, tetipu pasangan suami istri (pasutri) yang mengaku sebagai relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasutri itu mengaku dapat mencairkan pengajuan pembangunan desa ke Presiden.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala Desa Mekarlaksana Kecamatan Cikadu, Dindin, saat dihubungi dari Cianjur. Dia mengatakan, ada dua orang yang mengaku relasi atau dekat dengan pemerintah pusat serta sebagai relawan dan dekat dengan Presiden Jokowi.

"Dua orang itu, perempuan dan laki-laki, sepertinya pasangan suami-istri. keduanya meminta kepala desa untuk datang ke salah satu hotel yang ada di wilayah Cianjur kota," katanya, seperti dilansir Antara (11/1).

Saat bertemu dengan keduanya, tutur dia, mereka membicarakan masalah proyek pembangunan sejumlah infrastruktur dan pembangunan lainnya yang sudah masuk Musrembangdes akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

"Merasa tertarik untuk memajukan wilayah, kami mendatangi hotel tempat keduanya menginap, ketika bertemu kami diminta membuat proposal sebanyak-banyaknya yang nantinya akan dibawa ke Jokowi langsung untuk dicairkan, namun mereka meminta uang transportasi sebesar Rp 300 ribu," katanya.

Bahkan tambah dia, sejumlah kepala desa lainnya di wilayah selatan seperti Desa Sirnagalih dan Kertamukti, Kecamatan Sindangbarang, Desa Wargaluyu dan Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, sempat membuat sejumlah pengajuan di mana masing-masing pengajuan dikenakan tarif hingga jutaan rupiah.

"Saya hanya mengajukan satu proposal dikenakan Rp 300 ribu untuk biaya. Namun untuk dua proposal lebih dikenakan biaya hingga jutaan rupiah. Awalnya saya mau mengajukan lebih namun saya agak curiga karena ongkosnya berbeda pula," katanya.

Hingga saat ini, jelas dia, belasan kepala desa belum melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib karena tidak mengetahui identitas kedua pelaku. Namun pelaku wanita yang sempat mengaku sebagai relawan Jokowi menyebut namanya Andriati berumur 40 tahunan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cianjur, Dadan Harmilan, mengimbau, agar kepala desa di wilayah tersebut, terutama di selatan, tidak percaya janji-janji proyek pembangunan desa pada siapa pun, apalagi sampai dipungut biaya. Sebab, ungkap dia, setiap program bantuan ataupun rencana pembangunan akan melalui Bappeda, baik dari pemkab, provinsi, maupun pemerintah pusat.

"Banyak laporan yang mengaku kepala desa tertipu oleh orang yang mengaku bisa tembus ke pemerintah pusat dapat mencairkan proyek pembangunan desa. Bahkan, hampir ada yang tertipu jutaan rupiah per kepala desa, namun mereka sempat bertanya ke kami terlebih dahulu, sehingga tidak tertipu," katanya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP