Ngaku Polisi, Pria Ini Peras Pemilik Keramba di Berau
Merdeka.com - Fadly Indra (33), warga pendatang asal Tarakan, Kalimantan Utara, yang baru 1 bulan tinggal di Berau, Kalimantan Timur, dibekuk polisi. Gara-garanya, dia mengaku polisi dan diduga memeras pemilik keramba di Tanjung Redeb, Berau.
Fadly ditangkap Selasa (22/1), di rumah kontrakannya, di Tanjung Redeb. Dugaan pemerasan pengusaha keramba itu terjadi Minggu (13/1) lalu. Saat itu, Fadly datang menemui pemilik keramba di kawasan Tanjung Redeb.
"Dia (Fadly) ini ngaku polisi dari Polda (Kalimantan Timur). Tetapi enggak nyebutin pangkatnya," kata Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Berau, Iptu Agus Priyanto, kepada wartawan di Tanjung Redeb, Rabu (23/1).
Kepada pemilik pengusaha tambak, Fadly meminta sejumlah uang dan 5 kilogram ikan. Pemilik yang kecut mendengar pengakuan Fadly seorang polisi, memberikan sejumlah uang dan ikan dari keramba.
"Tetapi, korban ini curiga itu bukan polisi beneran. Dia kemudian bertanya ke temannya seorang polisi," ujar Agus.
Untuk memastikan Fadly bukan polisi, Polres Berau memancing Fadly agar kembali ke tempat pemilik tambak.
"Pelaku datang, dan minta jatah lagi. Begitu ditanya kesatuan dan identitas diri, dia (Fadly) enggak bisa jawab. Maka, kita lakukan penangkapan," tambah Agus.
Fadly yang kesehariannya menganggur itu, digelandang ke Polres Berau. Dari interogasi dan penyidikan kepolisian, dia melakukan aksi serupa mengaku polisi kepada 2 orang lainnya di Tanjung Redeb. Alasannya, lantaran terhimpit ekonomi.
"Masih dari pengakuannya, dengan mengaku polisi supaya cepat akrab dan enak cari uang. Uangnya ya untuk kebutuhan sehari-hari selama di Berau," ungkap Agus.
Sepak terjang Fadly berakhir sudah. Dia kini jadi tersangka, dan meringkuk di penjara Polres Berau, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya