Ngaku intel Batalyon Jayapura, 10 tukang bangunan perkosa gadis
Merdeka.com - Kepolisian Sektor Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua memburu sembilan orang yang diduga melakukan tindakan pemerkosaan secara beramai-ramai. Dari 10 orang pelaku, satu di antaranya berinisial JF berhasil dibekuk oleh satuan Reskrim Polsek Jayapura Utara di-back Up Timsus Polda Papua.
"Sembilan orang lainnya masih dikejar," kata Kapolsek Jayapura Utara AKP Daniel Pangala yang didampingi Kanit Reskrim Ipda Jahja Rumra di Jayapura, seperti dikutip dari Antara, Selasa (25/3).
Dia mengatakan terungkapnya kasus itu setelah korban melapor ke Polsek Jayapura Utara pada Senin subuh sekitar pukul 03.00 Wit.
"Ketika mendapat laporan itu, anggota langsung mendatangi lokasi tempat pemerkosaan dan berhasil menangkap satu pelaku berinisial JF di rumahnya yang hendak melarikan diri melalui atap rumah," katanya.
Kasus itu bermula dari perkenalan SS dengan JF di atas kapal penumpang setelah menempuh perjalanan dari Wasior tujuan Kota Jayapura pada Sabtu (22/3) pekan kemarin.
Setibanya di Kota Jayapura, kata Kapolsek, mereka sepakat untuk bertemu kembali pada Minggu sore. "Dan pelaku SS-pun menjemput korban di terminal Entrop. Mereka ini sebelumnya sempat bertukar nomor HP sewaktu ketemuan di atas kapal tadi," katanya.
Lalu, pelaku JF membawa korban SS berkeliling-keliling Kota Jayapura dan akhirnya menaruh korban di Hotel Paldam.
"Kemudian, sekitar pukul 19.00 Wit, pelaku menjemput korban di hotel itu, lalu membawa korban di tempat kosnya pelaku di belakang Rusunawa Pasar Inpres Dok IX Distrik Jayapura Utara," katanya.
Di tempat kos tersebut, sudah ada sembilan orang pria yang masih bujang yang telah menunggu kemudian memperkosa korban secara bergiliran.
"Jadi korban diperkosa 10 pria. Kemudian korban melarikan diri dan melaporkan peristiwa itu kepada anggota di Polsek Jayapura Utara," katanya.
Saat ini, kata Kapolsek, pihaknya sudah menangkap pelaku JF, sementara sembilan orang lainnya masih dikejar.
Ke-9 pria itu antara lain berinisial A, AT, OK, dan lainnya masih di selidiki. Mereka itu awalnya mengaku sebagai Intel Batalyon namun setelah ditelusuri ternyata gadungan dan hanya berprofesi sebagai buruh bangunan," katanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya