Nestapa korban bom Thamrin, trauma berat hingga dirawat ke RS Jiwa
Merdeka.com - Dua pekan sudah aksi teror kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengguncang kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Delapan orang tewas dan 27 terluka akibat serangan teror bom disertai tembakan yang terjadi pada Kamis (14/1) pagi itu.
Namun teror masih menghantui 27 korban luka itu. Menurut Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespusdokkes) Polri Kombes Budiyono, dari 27 korban lima di antaranya mengalami trauma psikologis. Saat ini, mereka didampingi tim psikiater dan psikolog dari Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri untuk penyembuhan. Bahkan, satu korban telah dirujuk ke ahli jiwa karena tingkat gangguan psikologisnya masuk kategori berat.
"Dari 27 korban yang dirawat, tidak semua alami gangguan psikologis. Hanya lima yang perlu perhatian dan salah satunya khusus. Dari info tim, yang satu khusus itu harus dirujuk ke ahli jiwa, karena sudah berat," kata Budiyono, kemarin.
Demi pemulihan, identitas korban yang mengalami trauma berat tersebut tidak diungkap ke publik. Akan tetapi Budiyono mengatakan, untuk empat korban lain, tim Psikolog Polri maupun Polda Metro Jaya tiap hari mendatangi rumahnya untuk melakukan konseling untuk memulihkan korban dari trauma.
Menurut Budiyono, konseling dan wawancara yang dilakukan psikolog dan psikiater bisa mengembalikan korban pada pemikiran normal. Tujuannya agar keluarga dekat memperlakukan korban dengan tepat sehingga kondisi psikologisnya dapat kembali membaik.
"Salah satu terapi yang kita lakukan adalah pendekatan keluarga yang bisa memberikan motivasi kepada korban. Apalagi korban yang megalami luka fisik berat," tandasnya.
Sementara itu, hingga kini masih ada tiga korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit berbeda di Jakarta. Dua orang dirawat di rumah sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan satu orang di rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kedua korban yang masih dirawat di RSPAD yakni, Aiptu Budiono (43), yang merupakan anggota Polri, dan Anggun Artikasari (24). "Aiptu Budiono dan Anggun Artikasari sudah dalam keadaan stabil," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya Kombes Musyafak.
Satu korban di RSCM yaitu Aiptu Deni M (49), anggota Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Deni mengalami luka bakar grade II 9 persen di bagian lengan kiri. "Wajah dan jaringan tungkai atas kaki kanan koyak. Saat ini dirawat di HCU (high care unit). Kondisi sadar dan stabil," ujar Musyafak.
Dalam serangan kelompok teror itu diketahui delapan orang tewas dan 27 luka. Empat dari delapan jenazah itu merupakan pelaku teror. Pelaku tewas setelah melakukan bom bunuh diri dan tertembak polisi. Sementara empat korban tewas akibat terkena ledakan dan tembakan pelaku teror.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya