Nazaruddin sebut Andi korban akal bulus Anas Urbaningrum
Merdeka.com - Terpidana kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, menuding Anas Urbaningrum telah mengakali Andi Mallarangeng. Menurut dia, jika tahu dari awal Anas campur tangan, maka Andi pasti menghentikan proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kalau Pak Andi terkondisi dan terlibat dalam permainan yang disetting Anas. Dan dia ikut terima hadiah. Itu saja kesalahannya," kata Nazaruddin kepada wartawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (8/1).
Nazar menambahkan, Andi tahu saat menerima hadiah berupa uang dari PT Adhi Karya, terkait proyek Hambalang. Dia juga mengatakan, Andi yang memerintahkan uang itu diantar kepada adiknya, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel.
"Pak Mahfud (Suroso, Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, sub kontraktor Hambalang) ketemu Andi antar duit Hambalang. Andi menolak menerima dan bilang lebih baik diantar ke Choel," ujar Nazaruddin.
Nazaruddin mengungkapkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang mengatur proyek Hambalang.
"Yang memanggil Adhi Karya, siapa yang ikut daftar, siapa yang diluluskan pra kualifikasi sampai pemenangnya. Itu semua sudah diatur oleh mas Anas," lanjut Nazaruddin.
Nazaruddin menampik penetapan tersangka kasus korupsi Hambalang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi salah arah. Menurut dia, langkah KPK sudah benar, meski yang menjadi tersangka bukan pelaku utamanya lebih dulu.
Menurut Nazaruddin, jika KPK belum juga menetapkan Anas sebagai tersangka, maka dia menuding lembaga itu berpolitik.
"Kalau KPK enggak berpolitik, pasti dari awal Anas sudah jadi tersangka. Jangankan yang terbukti, yang diduga saja jadi tersangka. Kalau ada bukti tapi tidak jadi tersangka berarti tandanya KPK berpolitik," ucap Nazaruddin. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya