NasDem mulai melunak di Pilgub Jabar
Merdeka.com - DPW Partai NasDem mulai melunak di Pilgub Jabar. Pucuk pimpinan Saan Mustopa memberikan sinyal bersedia bergabung bersama PDIP dan Golkar. Dia menjadikan Ridwan Kamil sebagai posisi tawar.
"Ridwan Kamil kan sudah resmi kita usung. Kalau kita gabung bisa saja asalkan memang tetap menjadikan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur," kata Saan di Bandung, Kamis (10/8).
Saan mengaku, wacana koalisi yang tengah dibangun PDIP dan Golkar di Pilgub Jabar 2018 belum menjadi sebuah hal pasti. Peta politik di Jabar masih sangat cair dan dinamis. Sehingga poros mana belum bisa dipastikan sampai nantinya melakukan pendaftaran ke KPU.
"Semua kemungkinan masih ada ya. Apalagi NasDem koalisi di pemerintahan. Jadi apa yang terjadi pusat dan provinsi tentu ada dinamika berbeda. Bisa jadi ada konfigurasi setiap level berbeda. Kita jelaskan sekali positif dengan apa yang dilakukan PDIP. Bahwa Ridwan Kamil cukup baik," terangnya.
Meski NasDem hanya memiliki 5 kursi di DPRD Jabar, Saan optimistis, partainya tetap mampu bersaing dengan partai-partai besar, seperti PDIP dan Golkar yang masing-masing memiliki 20 kursi dan 17 kursi. Apalagi, Ridwan Kamil yang diusung NasDem memiliki elektabilitas dan popularitas tertinggi, yang menjadi modal besar untuk merebut kemenangan di Pilgub Jabar.
"Kang Emil (Ridwan Kamil) sosok yang memang dibutuhkan Jabar. Visioner dan inovatif serta memiliki komitmen yang kuat. Kang Emil memang sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat Jabar," terangnya.
Sebelumnya Saan memaknai kemesraan PDIP dan Golkar sebagai bentuk ketakukan terhadap figur Ridwan Kamil. Tidak merapatnya Ridwan Kamil terhadap dua partai tersebut membuat Golkar dan PDIP bersatu.
"Mereka melihat sosok Ridwan Kamil justru menjadi gentar. Belum ditentukan (calonnya) tetapi bangun dulu kebersamaannya. Ya karena itu memang kuatnya ketokohan Ridwan Kamil," kata Saan, Rabu (9/8).
Dia menyebutkan, dari beberapa nama yang digulirkan lembaga survei nama Wali Kota Bandung itu selalu bersaing di tiga besar dengan Deddy Mizwar serta Dedi Mulyadi. Masyarakat sudah bisa objektif menilai kinerja Ridwan Kamil. Ini bisa dibuktikan dengan beberapa penghargaan nasional yang disabet Ridwan Kamil saat memimpin Bandung.
"Kami bukan lihat populernya saja, tetapi Ridwan Kamil memang sosok yang dibutuhkan Jawa Barat. Visioner dan inovatif serta komitmen inilah yang diharapkan masyarakat Jabar. Makanya mengapa kita inginkan RK yang kita usung," terangnya.
NasDem juga tidak menciut dengan rencana koalisi gemuk yang dibangun Golkar dan PDIP. Sebab NasDem saat ini terus menjalin komunikasi politik dengan dua partai lain yang memiliki kursi signifikan di DPRD yakni PKB dan PPP. Jika NasDem, PPP, dan PKB terealisasi untuk koalisi artinya kekuatan ini sudah cukup melawan kandidat lain.
"Kita tinggal penguatan untuk percepat koalisi antara NasDem, PKB dan PPP. Masih ada beberapa partai yang menentukan sikap, jadi ini soal timing saja. Dan waktu bagi PPP untuk declare ke publik. Sudah ada kesepahaman tinggal gongnya saja," sebutnya.
Sebagaimana diketahui, PDIP dan Golkar telah sepakat mencalonkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Pilkada Jawa Barat 2018. Bahkan PDIP menawarkan tiga calon pendamping Dedi. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan DPP PDIP masih menunggu keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri soal sosok yang akan diduetkan dengan Dedi.
Selain membicarakan soal pendamping Dedi, pengurus DPP PDIP dan Megawati juga akan membahas kemungkinan koalisi dengan Golkar di beberapa daerah.
"Tadi baru saja saya telepon saudara Hasto (Sekjen PDIP) untuk kita bicara. Dan kalau perlu, perlu konfirmasi perlu pembicaraan dengan Ibu Mega," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/8).
Oleh karenanya, kata Idrus, rencana koalisi PDIP-Golkar harus ditunda sementara untuk mencari formulasi calon pasangan gubernur dan wakil gubernur yang final.
"Tetapi masih dipending dan diserahkan ke DPP untuk dicari formulanya seperti apa. sehingga kita harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan tindaklanjuti dan sampai pada kesepakatan-kesepakatan yang final," katanya.
Idrus menambahkan, PDIP menggelar rapat untuk memfinalisasikan koalisi dengan Golkar di Pilkada Jawa Barat. Pihaknya menunggu hasil rapat PDIP sebelum menentukan keputusan.
"Kami menunggu laporan dari saudara Dedi dan tentu PDIP menunggu laporan dari saudara Tubagus Hasanuddin. Nanti setelah ada laporan itu baru kita akan bicarakan lebih lanjut bagaimana formula-formulanya atau misalnya ada opsi-opsi lain," ujar Idrus.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya